alexametrics

Menhan: Tak Ada Negosiasi, Menyerah atau Diselesaikan!

4 Desember 2018, 14:43:30 WIB

JawaPos.com – Pembantaian sadis terhadap 31 pekerja jembatan Kali Yigi-Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua menuai reaksi keras dari sejumlah pihak. Beredar kabar jika Organisasi Papua Merdeka (OPM) menjadi dalang pembunuhan ini.

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menegaskan, para pelaku pembantaian ini bukan kriminal biasa. Melainkan pemberontak yang ingin memisahkan diri dari negara kesatuan Indonesia.

“Mereka itu bukan kelompok kriminal tapi pemberontak. Kenapa saya bilang pemberontak? ya kan mau memisahkan diri, Papua dari Indonesia,” ujar Ryamizard di komplek DPR RI Senayan, Jakarta, Selasa (4/12).

Keyakinan lain bahwa mereka bukan kriminal biasa karena sadisnya cara membunuh dan banyaknya korban jiwa. Menurut Jenderal Purnawirawan TNI itu, tindak kriminal biasa tidak separah itu.

“Kalau sudah nembak-nembak gitu ya siapapun lah. Tidak ada kriminal nembak sebanyak orang itu,” sambungnya.

Atas dasar itu, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu mengeluarkan kecaman keras atas pembantaian ini. Dia mengutuk perbuatan keji tersebut.

Lebih lanjut, Ryamizard memandang bahwa menangani pemberontak seperti tidak bisa dengan negosiasi. Jika mereka tidak menyerah, TNI harus mengambil tindakan tegas untuk melumpuhkan kelompok tersebut.

“Bagi saya tidak ada negosiasi. Menyerah atau diselesaikan!,” pungkasnya.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : (sat/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Menhan: Tak Ada Negosiasi, Menyerah atau Diselesaikan!