alexametrics

31 Pekerja Dibantai Sadis di Papua, Peran Polisi Dipertanyakan

4 Desember 2018, 17:07:06 WIB

JawaPos.com – Terjadinya pembantaian sadis terhadap 31 pekerja jembatan PT Istaka Karya di Kali Yigi-Kali Aurak, kabupaten Nduga, Papua tengah menjadi fokus hangat publik. Mengingat, pekerja yang sama sekali tidak terlibat konflik justru menjadi korban kejahatan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu bahkan menyakini ini ulah Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil lantas mempertanyakan peran polisi dalam menciptakan keamanan di wilayah tersebut. Bahkan menurutnya ada keanehan dari kinerja aparat, pasalnya di wilayah yang terdapat kelompok sparatis seperti ini tidak ada penjagaan terhadap para pekerja.

“Di daerah-daerah yang masih ada kelompok bersenjata tersebut, kenapa kemudian pihak keamanan dalam hal ini kepolisian, tidak memberikan perlindungan yang maksimal,” ujar Nasir di komplek DPR RI Senayan, Jakarta, Selasa (4/12).

31 Pekerja Dibantai Sadis di Papua, Peran Polisi Dipertanyakan
infografis pembunuhan di papua (kokoh praba / jawapos.com)

Kejadian ini lantas dianggap Nasir sangat tragis. Mengingat bisa memberikan efek negatif ke aspek lain bukan hanya dalam kacamata hukum.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meyakini bahwa insiden ini bisa menimbulkan citra buruk bagi Indonesia yang akan menghadapi tahun politik. Dunia internasional bisa menyimpulkan bahwa aksi ini berkaitan dengan naiknya tensi politik.

“Saat ini akan memasuki tahun politik dalam pengertian akan melangsungkan Pemilu Legislatif dan Pilpres, sehingga orang kemudian akan mencoba menghubung-hubungkan bahwa ini ada kaitannya dengan Pileg, Pilpres,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Nasir menilai bahwa kepolisian dan TNI belum bisa sepenuhnya menciptakan situasi aman bagi rakyat. Terutama karena masih ada kelompok bersenjata yang berkeliaran bebas.

“Anggaran yang kita kucurkan untuk kemudian mewujudkan situasi aman di daerah yang berpotensi, bahkan ada kelompok bersenjata di sana ternyata belum efektif untuk melumpuhkan kelompok bersenjata tersebut,” sambungnya.

Oleh karena itu, Nasir berharap kasus ini bisa segera diungkap. Selain itu tranparansi penyelesaian hukumnya pun harus ditegakkan. Sehingga tidak ada perdebatan spekulasi dalam kasus pembantaian 31 pekerja PT Istaka Karya ini.

“Kita berharap agar ini segera diusut tuntas dan polisi aparat keamanaan mengejar pelakunya. Tentu saja kita berharap semua diakukan secara transparan. tidak ada lagi upaya-upaya untuk menutup-nutupi pelakunya,” tandasnya.

Editor : Kuswandi

Reporter : (sat/JPC)


Close Ads
31 Pekerja Dibantai Sadis di Papua, Peran Polisi Dipertanyakan