Jokowi 'Pamer' ke Sultan Bolkiah, Brunei Beli Alutsista Buatan Pindad

04/05/2018, 11:43 WIB | Editor: Ilham Safutra
Presiden Joko Widodo bersama Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah saat mengunjungi Mabes TNI di Cilangkap, Jakarta. (Miftahulhayat/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Pada rangkaian kunjungan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah ke Mabes TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (3/5), Presiden Jokowi "memamerkan" sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) buatan PT Pindad. Dari hasil 'pamer', Sultan Brunei ke-29 itu kepincut dan memutuskan membeli senjata dari Indonesia.

Rencananya, Brunei membeli senjata api dan kendaraan lapis baja buatan PT Pindad. "Yang jelas, tadi (kunjungan Bolkiah) dengan PT Pindad untuk (membeli) senjata dan Anoa," terang Presiden Jokowi yang menerima kunjungan Bolkiah di Mabes TNI kemarin.

Keputusan belanja alutsista itu sudah dalam proses. Jokowi sudah memerintahkan agar transaksi pembelian dipercepat.

Personel Korem 061/Suryakancana meledakkan meriam di Lapangan Bakorwil Bogor sebanyak 21 dentuman untuk menyambut dan penghormatan atas kedatangan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah di Istana B (Nelvi/Radar Bogor/Jawa Pos Group)

Dalam kunjungan di Mabes TNI, Bolkiah yang datang berseragam militer lengkap dengan baret Kopassus sempat disuguhi demonstrasi sejumlah kemampuan prajurit TNI. Jokowi juga mengajak Sultan Brunei ke-29 itu melihat langsung pameran industri pertahanan (inhan) yang digelar khusus dalam kunjungan singkat Bolkiah.

Sejumlah alutsista buatan dalam negeri dipamerkan. Dari pantauan Jawa Pos, ada dua jenis alutsista PT Pindad yang dipamerkan. Yakni, satu unit kendaraan taktis Komodo dan empat kendaraan lapis baja Anoa.

Namun, Jokowi tidak hanya menawarkan alutsista yang dipamerkan. Dia juga menawarkan alutsista lain. "Kami tadi menawarkan juga kapal. Beliau masih menghitung-hitung dulu," imbuhnya.

Selain itu, Jokowi menawarkan pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia. Pihak Brunei, kata dia, masih berhitung dulu atas penawaran tersebut.

Yang sudah pasti dibeli, lanjut dia, adalah senjata api dan Anoa buatan PT Pindad. Namun, Jokowi juga belum tahu pasti jumlah senjata api dan Anoa yang akan dibeli Brunei. "Menteri (Brunei) yang urus tidak sampai sedetail itu," ujarnya.

Selain bidang pertahanan, kunjungan Bolkiah membahas isu lain. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan, ada sejumlah isu yang dibahas dalam pertemuan bilateral di Istana Kepresidenan Bogor. Mulai isu perdagangan, investasi, tenaga kerja, hingga peran kedua negara di kawasan ASEAN.

Retno menambahkan, salah satu isu yang juga mendapat perhatian khusus adalah 80 ribu WNI yang bekerja di Brunei. Sebab, jumlah tersebut sangat signifikan atau setara dengan 20 persen total penduduk Brunei. Dalam pertemuan, kedua negara sepakat membuat MoU mengenai penempatan dan perlindungan WNI. 

(syn/far/c5/agm)

Berita Terkait

Rekomendasi