Soal Embargo AS Larang Beli Alutsista Rusia, Begini Tanggapan Wiranto

03/08/2018, 16:30 WIB | Editor: Estu Suryowati
Menko Polhukam Wiranto ketika memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Senin (30/7). Wiranto menyampaikan, Indonesia masuk sebagai satu dari tiga negara yang tidak terpengaruh embargo AS atas Rusia. (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kebijakan embargo bagi negara yang membeli alutsista dari Rusia. Adanya aturan tersebut tentu menjadi peringatan bagi Indonesia yang tengah mewacanakan pembelian pesawat tempur Sukhoi (SU) 35 dari negeri beruang merah.

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto mengatakan, embargo AS tidak akan mempengaruhi rencana pembelian SU-35 dari Rusia. Sebab Indonesia disebut menjadi satu dari tiga negara yang dibebaskan dari aturan tersebut oleh pemerintah AS.

"Sanksi itu masih bersifat general. Juga ada pernyataan sangat besar kemungkinan ada tiga negara yang dilepaskan dari sanksi itu, antara lain Indonesia, India dan Vietnam," ujar Wiranto di kantor Kemenko Polhukam Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (3/8).

Mantan Panglima ABRI itu berharap, masyarakat tetap bersabar menunggu hasil pasti terkait aturan embargo tersebut. Saat ini pemerintah masih terus menggodok agar Indonesia tidak terkena embargo AS.

"Kita tunggu jangan sampai kita konferensi pers seperti ini mendahului sesuati yang belum jelas," sambung Wiranto.

Lebih jauh Wiranto mengatakan tengah berhati-hati mengeluarkan pernyataan kepada publik. Ia mencegah munculnya keresahan atau kegaduhan di tengah masyarakat. Politikus partai Hanura ini ingin terlebih dahulu memastikan pemberlakuan aturan embargo tersebut.

"(Jangan) membuat sesuatu menjadi ribet, makanya saya selalu berhati-hati. Bukan takut untuk menjelaskan hal-hal yang belum pasti kepada publik. Sehingga tidak membuat kegelisahan bagi banyak orang," pungkasnya.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi