JawaPos Radar

Komisi I DPR Apresiasi Lahirnya BSSN Tapi....

03/06/2017, 10:54 WIB | Editor: Kuswandi
Komisi I DPR Apresiasi Lahirnya BSSN Tapi....
Ilustrasi (Pixabay.com)
Share this

JawaPos.com - Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menyatakan, pihaknya sangat mengapresiasi lahirnya BSSN. Dia juga memberikan beberapa catatan dan masukan terkait terbentuknya badan tersebut.

Pernyataan ini dikemukakan Kharis, usai Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor: 53 Tahun 2017 tentang Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

BSSN adalah lembaga pemerintah non kementerian, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui menteri yang menyelenggarakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian penyelenggaraan pemerintah di bidang politik, hukum, dan keamanan.

Komisi I DPR Apresiasi Lahirnya BSSN Tapi....
Ilustrasi (Sumatera Ekspres/Jawa Pos Group/JawaPos.com)

"Dilihat dari nomenklatur kelembagaan, ini merupakan lembaga baru berbentuk badan. Apalagi menurut Perpres ini, BSSN adalah peleburan dari Lemsaneg dan Direktorat Jenderal Aplikasi dan Informatika (Aptika) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo)" kata Kharis dalam keterangannya, Sabtu (3/6).

Menurut Kharis, dilihat dari realitas dan infrastruktur kelembagaan yang sudah ada, Komisi I DPR melihat Perpres BSSN ini perlu segera dilakukan sinergi antar lembaga yang beririsan.

Kharis mengatakan, perlu dicarikan kebijakan yang hasilnya nanti dapat menciptakan sinergi pengelolaan isu siber secara tepat.

"Apalagi tema cyber war harus dilihat dari aspek keamanan nasional secara holistik. Maka selain menimbang Kemkominfo dan Lemsaneg, perlu juga melihat persiapan BIN yang telah berproses," ujar politikus PKS itu.

Meski demikian, Kharis menambahkan, sepertinya BSSN akan mengambil seluruh fungsi dan tugas Lemsaneg. "Apakah dengan Perpres ini akan diambil alih semua dan untuk apa ada Lemsaneg?" tuturnya.

Seperti disebutkan dalam Pasal 56 Perpres BSSN, untuk selanjutnya: pelaksanaan seluruh tugas dan fungsi di bidang keamanan informasi, pengamanan pemanfaatan jaringan telekomunikasi berbasis protokol internet, dan keamanan jaringan dan infrastruktur telekomunikasi pada Kementerian Komunikasi dan Informatika; dan pelaksanaan seluruh tugas dan fungsi pada Lembaga Sandi Negara dilaksanakan oleh BSSN .

Menurut Kharis, dampak lain berdirinya BSSN ini juga berpengaruh terhadap proses penyusunan Naskah Akademik dan Draf RUU Persandian. Terutama terkait dengan penguatan peran dan fungsi apakah terhadap BSSN atau Lemsaneg atau Kemkominfo atau justru terhadap BIN, ketika dalam NA dan Draf RUU tersebut secara kelembagaan telah diubah dan meluas menjadi BSSN.

"Apabila penguatannya kepada Lemsaneg itu artinya jika sebelumnya hanya berfokus hanya pada persandian, maka dengan kelahiran BSSN ini akan menjadi lebih luas yaitu keamanan data dan informasi siber," jelasnya.

Terkait dengan pernah disebutnya bahwa badan siber akan diberikan mengurusi masalah hoax, tugas ini tidak tepat jika menjadi urusan BSSN. "Masalah hoax seharusnya tetap menjadi urusan kewenangan Kemkominfo, apalagi jika terkait hoax media. Hal ini agar BSSN lebih fokus pada persandian serta pengamanan data, informasi dan siber," tegasnya.

Oleh karena itu, Komisi I DPR memandang untuk segera duduk bersama dan perlu segera dilakukan sinkronisasi dan sinergi dengan semua pihak terkait Kemkominfo, Lemsaneg, BIN, dan lain-lain. (Put/jpg)

 

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up