alexametrics

Panglima TNI Tegaskan Marinir Dididik Bukan untuk Jadi Pecundang

2 Mei 2019, 00:31:49 WIB

JawaPos.com – Sorot mata tajam dan sikap yang hebat dari Marinir menunjukkan prajurit benar-benar berlatih untuk menjadi petarung yang memiliki jiwa ksatria, militan, loyal dan profesional.

Pernyataan itu diungkapkan oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat hadir di memberikan pengarahan di hadapan ribuan Prajurit Korps Marinir wilayah Barat pada acara Apel Gelar Pengecekan Personel dan Materiel di Lapangan Kesatrian Hartono, Brigif 1 Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (30/4).

Hadi juga turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Prajurit Korps Marinir yang telah melaksanakan tugas pengamanan pemilu, mulai dari masa kampanye selama kurang lebih tujuh bulan, hingga hari pencoblosan pada tanggal 17 April 2019.

“Semuanya bisa dilaksanakan dengan aman, sukses dan demokratis. Ini adalah berkat kerja sama kita sebagai anggota TNI dengan komponen bangsa lainnya,” ucap Hadi.

Hadi juga menilai, sebagai prajurit petarung Marinir dididik untuk menjadi ksatria bukan Pecundang. Itu adalah tujuan menjadikan Marinir seorang prajurit yang disegani oleh bangsa dan seluruh rakyat Indonesia.

Sebagai prajurit petarung, menurut Panglima TNI, Marinir juga dibentuk untuk memiliki jiwa loyal. Yakni loyalitas hanya satu garis yaitu mulai dari Pimpinan Tertinggi TNI, Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan, Dankormar, Komandan Batalyon, Komandan Kompi, Komandan Peleton.

“Perintah hanya satu garis tegak lurus. Tidak ada loyalitas yang mendua, semuanya prajurit loyalitas tegak lurus,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI mengingatkan kepada seluruh prajurit TNI bahwa hidup di tengah-tengah masyarakat harus dekat dengan masyarakat dan harus bisa mencuri hati rakyat untuk saling berinteraksi.

“Kuasai hati rakyat dengan cara kita menunjukkan perilaku yang terbaik di depan rakyat. Kalian harus memberikan contoh kepada seluruh masyarakat dengan berbaur,” terangnya.

Editor : Dimas Ryandi