← Beranda

Pemulihan Telekomunikasi di Sumatera Dikebut: Ribuan BTS Mulai Pulih, Opsel Lakukan Operasi 24 Jam

Rian AlfiantoSelasa, 2 Desember 2025 | 21.37 WIB
Ilustrasi: Teknisi melakukan perbaikan infrastruktur telekomunikasi terdampak bencana besar banjir Sumatera. (Istimewa)

JawaPos.com - Upaya pemulihan jaringan komunikasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus dikebut menyusul banjir besar dan longsor yang melanda kawasan tersebut sejak akhir November. 

Dua operator seluler (Opsel) besar di Indonesia, XLSMART dan Telkomsel, mengerahkan tim teknis, perangkat mobile, hingga genset tambahan untuk memastikan layanan komunikasi tetap tersedia bagi warga, tim evakuasi, dan pemerintah yang menangani situasi darurat.

Bencana hidrometeorologi yang terjadi dalam skala luas membuat sejumlah wilayah di pantai barat dan timur Sumatera terisolasi. Selain jalan-jalan utama tertutup longsor, sebagian wilayah juga mengalami pemadaman listrik berkepanjangan sehingga memicu lumpuhnya banyak Base Transceiver Station (BTS) di lokasi terdampak.

XLSMART: 691 BTS Terdampak, Tim Bergerak 24 Jam

XLSMART melaporkan masih terdapat 691 BTS yang terdampak di tiga provinsi, yaitu Aceh: 538 BTS di Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Sumatera Utara: 120 BTS di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga dan Sumatera Barat: 33 BTS di Padang Pariaman, Tanah Datar, dan Solok

Regional Group Head XLSMART West Region, Desy Sari Dewi, mengatakan tim teknis di lapangan bekerja tanpa henti untuk menjaga jaringan tetap hidup—meski akses lokasi sangat terbatas.

“Medan terputus akibat longsor, banyak area masih tergenang, dan pasokan BBM untuk genset terbatas. Namun perbaikan terus dimaksimalkan agar masyarakat tetap bisa berkomunikasi, terutama untuk kebutuhan darurat,” ujar Desy melalui keterangannya.

Ia menambahkan, beberapa wilayah prioritas sudah mulai pulih berkat mobilisasi genset serta upaya pengalihan rute jaringan.

Telkomsel Pulihkan 76,5 Persen Layanan Seluler dan 79,7 Persen Layanan IndiHome

Di saat yang sama, Telkomsel melaporkan perkembangan signifikan. Per 1 Desember 2025, perusahaan mengklaim telah memulihkan 76,5 persen site seluler (5.851 dari 7.640 site) dan 79,7 persen layanan IndiHome (422.551 dari 530.502 line).

Pemulihan dilakukan melalui integrasi tim Telkomsel dan Telkom Group dengan beberapa langkah strategis, termasuk mobilisasi 346 personel teknis, penempatan genset tambahan, pengalihan rute backbone dan jalur transmisi, penggelaran BTS mobile di area kritikal dan penggunaan perangkat alternatif untuk bypass akses yang rusak.

Capaian pemulihan Telkomsel per provinsi:

- Aceh: 36% site seluler pulih, 41,2% IndiHome pulih
- Sumatera Utara: 90% site seluler pulih, 93,3% IndiHome pulih
- Sumatera Barat: 94% site seluler pulih, 93,3% IndiHome pulih

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengapresiasi percepatan pemulihan tersebut.

“Konektivitas adalah layanan vital dalam kondisi darurat. Kolaborasi ini penting agar masyarakat di daerah bencana tetap mendapatkan akses informasi,” kata Meutya.

Untuk mendukung komunikasi selama masa tanggap darurat, Telkomsel juga menghadirkan Paket Siaga Peduli Sumatera yang dapat diaktifkan gratis via UMB 88820#, menyediakan pilihan 3 GB data untuk 7 hari atau 300 menit telepon + 1.000 SMS ke semua operator.

Telkomsel juga membuka sekitar 100 posko layanan pelanggan di Aceh, Sumut, dan Sumbar, menyediakan telepon & SMS gratis, penggantian kartu tanpa biaya, lenyesuaian tagihan pelanggan terdampak, penggantian ONT & STB untuk pelanggan IndiHome dan WiFi darurat di posko tanggap bencana serta dukungan layanan Telkomsel Orbit dan Indihome 3P untuk instansi penyelamat.

Selain itu, Telkom Group mengirim logistik melalui jalur darat, laut, dan udara serta memasang 120 unit perangkat satelit (VSAT, Starlink Business Service, Internet Merah Putih) untuk memastikan wilayah terisolasi tetap terhubung.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyatakan perusahaan akan terus stand by untuk memastikan layanan pulih sepenuhnya.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah