← Beranda

Prabowo Serius Kejar Uang dan Aset Koruptor Demi Bangun Pendidikan Indonesia

Dimas ChoirulSelasa, 18 November 2025 | 13.50 WIB
Momen Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat/(Istimewa).

JawaPos.com - Ada pemandangan berbeda dari kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat. Di sana, Prabowo sempat mengikuti dua kelas interaktif sebelum meluncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas.

Usai turun dari mobil dan menyapa siswa dan guru, Prabowo didampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti langsung memasuki salah satu kelas. Di dalam kelas telah berkumpul belasan siswa yang tengah belajar ilmu pengetahuan alam.

"Selamat pagi, Pak!” kata para siswa menyapa Prabowo.

"Ini kelas berapa?" kata Prabowo. "Kelas 9, Pak!” jawab guru dan siswa.

Pembelajaran di kelas 9 SMPN 4 Kota Bekasi itu sepenuhnya menggunakan panel interaktif digital (IFP). Dinda, salah satu siswa, diminta guru untuk maju ke depan untuk menguji tingkat keasaman (pH) jeruk nipis.

Dinda lantas melakukan simulasi langsung di atas layar. Layar dia usap-usap hingga menemukan berapa tingkat keasaman jeruk nipis. "Jadi, pH-nya kurang dari 7, Bu," kata Dinda setelah melakukan praktik kecil-kecilan di papan interaktif.

Dari kejauhan, Prabowo memperhatikan dan tampak takjub. Gurunya lantas meminta siswa lain untuk memberikan apresiasi kepada Dinda, yakni tepuk salut.

"Tepuk salut, sama Dinda, Salut!" kata sang guru yang diikuti tepukan tangan para siswa. Prabowo pun ikut bertepuk tangan untuk Dinda.

Tak cukup mengikuti pelajaran di satu kelas, Prabowo dan Mu'ti beranjak ke kelas lain. Masih di kelas 9, kali ini keduanya mendatangi kelas yang tengah membahas bentuk bulan.

Prabowo masih tampak serius. Kacamata lantas dikenakan saat melihat Della, salah satu siswa, diminta menjelaskan perubahan bentuk bulan. Ibarat laboratorium maya, Della dengan cekatan membuat simulasi mulai dari bulan sabit hingga bulan purnama atau berbentuk bulat penuh.

Senyum tipis Prabowo tak bisa disembunyikan kala Della selesai menuntaskan tugas dari sang guru. Prabowo lantas menyalami guru dan semua siswa.

Mu'ti mengatakan digitalisasi pembelajaran yang salah satunya dipraktikkan di SMPN 4 Kota Bekasi ini mampu meningkatkan kegiatan belajar siswa.

"Perubahannya signifikan, mereka belajar dengan gembira dan penuh semangat. Capaiannya terus meningkat. Ini bukti revolusi pendidikan," kata Mu'ti.

Tahun ini pemerintah menyalurkan 288.865 perangkat digital pembelajaran ke satuan pendidikan dari berbagai jenjang. Pada 2026, Prabowo menargetkan bisa menyalurkan 1 juta perangkat pembelajaran lagi ke seluruh sekolah di Indonesia.

Perangkat digital pembelajaran itu terdiri atas papan interaktif digital atau interactive flat panel (IFP); laptop dan penyimpanan eksternal berisi konten pembelajaran; internet satelit; serta panel surya dan perangkat pendukung lainnya.

"Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan penguatan sumber daya manusia berbasis teknologi dan inovasi," kata Mu'ti.

Titip Smart Board Dijaga dan Dirawat

Dalam kesempatan itu, Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menjaga dan merawat smart board atau IFP sebagai aset pendidikan nasional yang diperuntukkan bagi murid di seluruh Indonesia.

"Terima kasih Bu, saya senang bahwa ini dirasakan manfaatnya oleh murid-murid. Lebih semangat, lebih cepat bisa menangkap pelajaran. Saya titip dirawat dan dijaga, jangan sampe rusak karena ini milik murid-murid," ungkap Prabowo.

Tak hanya itu, pemerintah juga akan menyiapkan panel interaktif digital atau smart board untuk kelas-kelas di sekolah seluruh pelosok Tanah Air. Untuk biayanya, Ia menegaskan akan serius mengejar uang dan aset para koruptor demi membangun pendidikan di Indonesia.

"Kita nanti rencananya nanti tiap kelas nanti (tersedia panel interaktif digital). Semua uang-uang koruptor kita kejar nanti, maling-maling kita akan kejar semua supaya anak-anak kita pintar-pintar," kata Prabowo

Ia mengakui saat ini banyak fasilitas pendidikan di berbagai daerah masih belum memadai. Karena itu pemerintah berkomitmen memperbaikinya secara menyeluruh.

“Kita tidak malu-malu kita mengakui, tapi kita bertekad untuk memperbaiki semuanya. Saya bertekad pemerintahan yang saya pimpin akan memperbaiki semua sekolah yang ada di Indonesia,” ucap dia.

Pada kesempatan itu, Prabowo berdialog interaktif dengan para guru di berbagai daerah lewat video. Para guru yang hadir di antaranya dari Sumatera Utara, Bali, dan Papua.

Mereka menyampaikan terima kasih kepada Prabowo karena telah mendukung digitalisasi pembelajaran di sekolah-sekolah. Agung, seorang guru dari Bali mengatakan panel interaktif digital membuat siswa lebih antusias untuk belajar.

"Bapak, terima kasih atas bantuannya karena sangat bermanfaat sekali. Contohnya hari ini, (siswa) melakukan games edukasi terutama di rumah pendidikan. Anak-anak sangat antusias sekali. Harapan saya dengan papan digital ini bisa membantu," ujar Agung.

EDITOR: Mohamad Nur Asikin