← Beranda

SBY Kecam Insiden Bom di Surabaya

KuswandiSenin, 14 Mei 2018 | 15.12 WIB
Ilustrasi insiden bom Surabaya

JawaPos.com - Surabaya dirundung duka, karena pada Minggu (13/5) pagi, masyarakat dihebohkan dengan tiga bom di tiga gereja. Akibatnya ulah dari pelaku teror terebut, total sebanyak 14 orang korban meninggal dunia akibat bom di tiga gereja itu.


Tiga bom itu diketahui berbarengan di tiga lokasi, di antaranya Gereja Santa Maria di Jalan Ngagel Utara, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Arjuno, Surabaya.


Adanya tiga bom yang menewaskan belasan orang ini memancing reaksi Ketua Umum Partai Demokrat yang juga Presiden Indonesia keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).


Lewat vi‎deo yang diterima awak media berdurasi 03.36 menit ini, SBY mengutuk keras ulah yang dilakukan pelaku teror tersebut. Masyarakat harus bersatu padu melawan terorisme di Indonesia.


Berikut ini isi petikan pidato dari SBY tersebut.


‎"Minggu ini adalah minggu yang berat bagi kita semua, bagi bangsa Indonesia, karena beberapa hari yang lalu terjadi musibah dan aksi kekerasan di Mako Brimob. Kemudian hari ini terjadi lagi serangan para teroris di Surabaya."


"Sama dengan yang lain, saya juga mengutuk aksi-aksi para teroris itu yang mengakibatkan jatuhnya korban, saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ibadah keagamaan di Surabaya".


"Aksi terorisme, apapun dalih dan atas nama apapun tidak pernah dibenarkan. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus bersatu untuk melawan dan mengalahkan aksi-aksi terorisme tersebut".


"Di sisi lain, saya juga mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada para keluarga yang kehilangan mereka-mereka yang sangat disayanginya dengan harapan agar tetap tabah menerima ujian dan cobaan Tuhan ini".


"Saya dan Partai Demokrat mengajak saudara-saudara kami, komponen bangsa, untuk mendukung dan membantu negara dan pemerintah untuk menegakkan hukum dengan seadil-adilnya dengan cara membawa para pelaku kejahatan ini ke meja hijau dan mendapatkan sanksi hukum yang setimpal".


"Saat ini, saudara-saudara, janganlah kita saling salah menyalahkan dan saya kira juga tidak perlu ada komentar-komentar yang tidak semestinya. Mari kita berikan kesempatan kepada para aparat keamanan dan penegak hukum untuk mencari dan menemukan siapa perancang, dalang dan penggerak dari serangan para teroris ini".


"Ke depan, negara, pemerintah, dan aparat keamanan mestilah menjamin dan memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia dan masyarakat kita untuk bisa tinggal hidup dan bekerja dengan aman di Tanah Air-nya. Dan tentunya termasuk saudara-saudara kita yang menjalankan ibadah keagamaan di manapun ibadah itu dilakukan".


"Satu hal yang ingin saya sampaikan adalah, dan ini pengalaman yang amat berharga, pelajaran yang dapat kita petik, negara dalam menghadapi terorisme harus selalu waspada dan tidak boleh lengah. Dalam kaitan ini, peran dari aparat intelijen, aparat kepolisian, dan komando teritorial TNI amat penting".

EDITOR: Kuswandi