← Beranda

5 Kecurigaan Keluarga Soal Kematian Kasat Narkoba Polres Jaktim AKBP Buddy

Tazkia Royyan HikmatiarMinggu, 30 April 2023 | 23.48 WIB
Kasat Narkoba Polres Jakarta Timur AKBP Buddy Alfrits Towoliu semasa hidup.

JawaPos.com - Pihak keluarga Kasat Narkoba Polres Jakarta Timur AKBP Buddy Alfrits Towoliu membantah yang bersangkutan dianggap bunuh diri. Hal itu sehubungan dengan jasad AKBP Buddy yang ditemukan di rel kereta api Jatinegara, Jakarta Timur.

Menurut Paman dari AKBP Buddy, Cyprus A. Tatali, tak ada indikasi sakit jiwa ataupun keadaan ekonomi dan keluarga yang tak baik-baik saja hingga membuat keponakannya memutuskan bunuh diri.
 
Oleh karena itu, pihak keluarga menolak pernyataan polisi yang menduga ada indikasi bunuh diri sehingga AKBP Buddy ditemukan meninggal dunia. Berikut adalah beberapa kecurigaan pihak keluarga atas kematiannya.
 
1. Ada keterlibatan mafia narkoba
 
Pihak keluarga Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Buddy Alfrits Towoliu menduga ada keterlibatan mafia narkoba dalam kematian yang bersangkutan. Pasalnya, ada beberapa kejanggalan dari kematian AKBP Buddy di luar dugaan bunuh diri.
 
"Kami menduga karena ada jabatan baru mungkin, ada yang diduga dia mau sidik, kan kasat narkoba, kan narkoba di situ kan berhadapan di situ mafia, pelaku-pelaku mafia," ujar Paman AKBP Buddy, Cyprus A. Tatali kepada wartawan, Minggu (30/4)
 
Pasalnya, ia mengatakan bahwa tidak mungkin dan tidak logis jika keponakannya itu tewas lantaran bunuh diri. Semua hal yang tersangkut dengan AKBP Buddy, katanya, berjalan dengan baik-baik saja.
 
"Jadi begitu yang memunculkan kecurigaan itu karena semua berjalan sehat, keluarga baik, soal ekonomi tidak mungkin mati lapar," tegasnya.
 
2. Menerima telepon dari orang lain sebelum tewas
 
Cyprus menyebutkan bahwa Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Buddy Alfrits Towoliu menerima telepon dari orang misterius satu jam sebelum kematiannya. Hal itu menurut keluarga ada hubungannya dengan kematian AKBP Buddy.
 
"Karena ada menelepon seseorang itu, tidak lama setelah menelepon seseorang itu, tidak sejam tau-tau sudah meninggal, singkat sekali," ujarnya
 
3. Penelpon AKBP Buddy Diduga Orang yang Lebih Tinggi
 
Cyprus mengatakan bahwa keponakannya itu diduga menemui sang penelpon dengan menggunakan jasa ojek online. Hal itu menurutnya mengherankan lantaran AKBP Buddy sendiri membawa mobil saat pergi ke kantornya.
 
"Artinya kan bertanya juga keluarga kalau dia naik grab, yang telepon ini berarti tidak selevel atau tidak dibawah dia. Dia butuh waktu, kecepatan kan kira kira begitu," tegasnya.
 
4. Tak ada masalah keluarga
 
Dari sisi keluarga, Cyprus mengatakan bahwa keluarga AKBP Buddy sejahtera dan bahagia. Sehingga, menurutnya menjadi aneh jika ada dugaan keponakannya tersebut diasumsikan bunuh diri.
 
"Karena selain istrinya juga bukan ibu rumah tangga, tapi dia juga usaha, anaknya sekarang di Akpol, anak yang nomor satu. Dari sisi itu kan tidak mungkin kalau masalah ekonomi," ungkapnya.
 
5. Tak ada masalah kejiwaan
 
Cyprus membantah bahwa keponakannya punya masalah jiwa sehingga memutuskan bunuh diri. Ia mengatakan bahwa secara pribadi, AKBP Buddy disebutkan tak memiliki riwayat gangguan jiwa apapun.
 
"Dari kehidupan pribadi itu beliau enggak ada gangguan jiwa. Kalau gangguan jiwa tidak mungkin." tegasnya.
EDITOR: Dimas Ryandi