← Beranda

Gempa Bumi Bisa Picu Longsor Hingga Banjir Bandang? Begini Penjelasannya!

Juliana ChristyKamis, 20 Februari 2025 | 14.05 WIB
Ilustrasi gempa bumi. Dok. JawaPos
 
JawaPos.com - Gempa bumi adalah salah satu bencana alam yang dampaknya tidak hanya terbatas pada guncangan tanah dan kerusakan bangunan. Dalam banyak kasus, gempa dapat memicu bencana lain yang berhubungan dengan kondisi geologi dan hidrometeorologi. 
 
Dilansir dari BMKG, Fenomena ini disebut sebagai bencana geo-hidrometeorologi, yaitu bencana yang terjadi akibat interaksi antara faktor geologi (seperti tanah, batuan, dan tektonik) dengan faktor hidrometeorologi (seperti hujan, banjir, dan erosi).
 
Fakta menunjukkan bahwa gempa, sekecil apa pun, dapat berdampak pada stabilitas tanah. Getaran yang terjadi berulang kali akan:
 
Baca Juga: Mobil Listrik Kecil VinFast Ini Janjikan Pengguna Hemat Puluhan Juta Setiap Bulan, Ini Hitungannya
 
• Mengurangi daya ikat tanah, terutama di daerah yang memiliki kondisi tanah lunak atau mudah bergerak.
 
• Meningkatkan risiko longsor, terutama di kawasan perbukitan dan lereng yang memiliki kemiringan curam.
 
• Memicu runtuhan batu (rockfall), khususnya di tebing-tebing yang sudah mengalami pelapukan.
 
• Menyebabkan banjir bandang, terutama jika gempa merusak aliran sungai atau bendungan alami yang terbentuk akibat longsor.
 
Dampak ini semakin besar jika gempa terjadi saat atau setelah hujan deras. Kondisi tanah yang sudah lemah akan semakin jenuh oleh air, sehingga potensi pergerakan tanah meningkat drastis.
 
Baca Juga: Klaim Berjiwa Kesatria, Indra Sjafri Siap Didepak PSSI Usai Timnas U-20 Indonesia Gagal Total di Piala Asia U-20 2025
 
Gempa bumi dapat memicu beberapa jenis bencana geo-hidrometeorologi, di antaranya:
 
• Tanah Longsor – Terjadi ketika massa tanah atau bebatuan bergerak menuruni lereng akibat hilangnya kestabilan tanah.
 
• Banjir Bandang – Bisa terjadi jika longsor menutupi sungai atau saluran air, membentuk bendungan alami yang kemudian jebol.
 
• Rock Fall (Runtuhan Batu) – Runtuhan batu dari tebing atau bukit yang bisa menimpa pemukiman, jalan, atau infrastruktur lain.
 
Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan, pegunungan, dan dekat aliran sungai perlu waspada setelah gempa terjadi, terutama jika hujan turun setelahnya.
EDITOR: Bintang Pradewo