JawaPos.com - Masyarakat di Desa Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta memperingati malam 1 Suro atau malam 1 Muharam 1446 Hijriah dengan mengadakan kenduri.
Kenduri itu berupa memanjatkan doa bersama untuk memohon keselamatan dan keberkahan di hari-hari selanjutnya. Kegiatan acara itu turut diunggah dalam website Kabupaten Gunungkidul.
"Warga masyarakat Gembuk memperingati malem 1 Suro (penanggalan Jawa) atau Malam Tahun Baru Islam (1 Muharram) dengan mengadakan kenduri, yaitu memanjatkan doa bersama untuk memohon keslamatan dan keberkahan di hari-hari selanjutnya," tulis unggahan gunungkidulkab.co.id, Minggu (7/7).
Malam 1 Suro merupakan malam yang menandai masuknya tahun baru kalender Jawa. Malam 1 Suro ini juga bertepatan dengan malam tanggal 1 Muharram dalam penanggalan Hijriah.
Malam satu Suro bukan hanya sekadar pergantian tahun, tetapi juga merupakan bagian penting dalam budaya Jawa. Masyarakat Jawa umumnya memperingati malam satu Suro dengan melakukan berbagai ritual yang telah menjadi tradisi.
Selain memanjatkan doa, masyarak di Desa Tepus, Gunungkidul itu juga begadang sambil menonton wayang kulit.
"Acara dilanjutkan dengan tradisi lek-lekan (bergadang) semalam suntuk sambil menonton bersama pagelaran wayang kulit melalui live streaming di media sosial," tulisnya.