JawaPos.com–Masyarakat sebagai pemilih pada Pilpres dan Pileg 2024, harus pintar saring berita di ruang digital. Sehingga, mendapatkan informasi yang benar agar tercipta pemilu damai.
Demikian terungkap saat webinar Kominfo dan DPR RI yang diikuti ratusan peserta dengan tema Pemilu Damai Ruang Digital Aman.
Menjadi narasumber seminar adalah Anggota Komisi 1 DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono, Pegiat Literasi Digital Al Akbar Ramadillah, dan Akademisi Moh Taufik Hidayat.
Dalam kesempatan itu, Dave Laksono mengajak masyarakat memanfaatkan ruang digital sebagai sumber informasi dalam menentukan pilihan politik.
”Baik itu dalam pemilihan presiden, sampai pemilihan legislatif dari pusat hingga daerah,” kata Dave Laksono.
Menurut dia, semua calon memiliki rekam jejak digital, apalagi yang tingkat nasional. Hal itu sebagai modal untuk menentukan pilihan.
Dave mengatakan, saat ini sangat mudah memanfaatkan digital untuk mencari info atau menyosialisasikan program kepada masyarakat.
”Jangan sampai kita menyampah di ruang digital. Sebaliknya kita jadikan ruang digital sebagai forum mencari dan menyampaikan ide secara baik dan benar tanpa melanggar etika apalagi aturan hukum,” ujar Dave.
Sementara itu, pegiat literasi digital Al Akbar Ramadillah menyatakan, sebanyak 24 persen isi hoaks di media internet itu mengenai isu politik. Apalagi saat ini jelang pemilihan presiden dan anggota legislatif.
”Sehingga penting di sana bagi semua pengguna internet untuk mencari kebenaran atas sebuah informasi,” kata Akbar.
Menurut dia, pemuda dibutuhkan daya saring terhadap informasi di internet. Salah satunya dengan penerapan nilai Pancasila yang bisa meng-counter informasi yang beredar di masyarakat.
”Jika itu dilakukan, kita optimistis akan terlaksana pemilu damai seperti yang diharapkan,” ujar Al Akbar Ramadillah.
Akademisi Moh Taufik Hidayat menambahkan, saat ini pemuda menjadi lebih dari setengah pemilih di Indonesia. Mereka merupakan penggunaan internet yang digunakan secara massif oleh kalangan muda.
”Maka dalam hal ini pemuda sangat rentan menerima informasi hoaks dari kalangan publik,” ujar Taufik Hidayat.
Dia menambahkan, dampak informasi hoaks itu tidak dapat dianggap sepele. Sebab, bisa terjadi potensi chaos sebelum atau sesudah pemilu. Bahkan juga mengurangi integritas bangsa.
”Makanya peningkatan literasi digital saat ini harus diapresiasi seperti yang dilakukan Kominfo ini,” ucap Taufik Hidayat.