JawaPos.com - Laut Merah yang terhubung dengan kanal Suez menjadi salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.
Jalur ini menawarkan alternatif rute di sekitar Cape of Good Hope atau Tanjung Harapan, untuk menjaga stabilitas ekonomi dan politik di berbagai negara.
Laut merah menjadi lokasi yang penting dan strategis, terletak di antara benua Asia dan Afrika yang memisahkan Timur Tengah dan Timur Jauh, termasuk Eropa dan Asia.
Dilansir dari dryadglobal.com, letak geopolitik Laut Merah penting karena merupakan perbatasan alami antara pantai timur Afrika dan pantai bagian barat di semenanjung Arab.
Jalur tersebut penting, khususnya bagi transportasi minyak melalui Bab el-Mandeb di selatan hingga Suez di utara.
Jalur ini akan terus menjadi penting bagi transportasi minyak, selama minyak menjadi sumber energi utama belahan di dunia.
Selain itu, secara militer wilayah ini adalah rute navigasi negara-negara berbasis global, sehingga tidak jarang terjadi konflik maupun persaingan teritorial.
Secara ekonomi, Laut Merah memiliki peran penting karena cadangan minyak dan logam mulia terdapat di beberapa kawasan.
Selain itu, terdapat potensi besar kandungan seng, tembaga, perak, emas, dan unsur seperti kobalt, kadmium, hingga hidrokarbon, telah ditemukan di kedalaman Laut Merah yang terisolasi.
Kanal Suez
Kanal Suez merupakan jalur air buatan, yang menghubungkan Laut Mediterania ke Laut Merah. Terusan ini dibuka pada tanggal 17 November 1869 setelah pembangunan yang memakan waktu 10 tahun.
Dilansir dari earth.esa.int, terusan Suez memungkinkan kapal melakukan perjalanan antara Eropa dan Asia, khususnya bagian selatan.
Rute tersebut dapat memotong jarak dibandingkan harus berlayar melewati Afrika, sehingga dapat memangkas jarak antara Eropa dan India sekitar 7.000 kilometer.
Terusan Suez dikelola oleh Suez Canal Authority (SCA) atau Otoritas Terusan Suez di Mesir. Kanal ini memiliki panjang sekitar 120 mil atau 193 kilometer.
Fakta Menarik Laut Merah
Baca Juga: Gaikindo Siapkan Sejumlah Pameran Otomotif Menarik di 2024, GIIAS dan Imos Dijanjikan Makin Seru
Dilansir dari tourismteacher.com, laut merah sebenarnya tidak berwarna merah. Namun, terkadang laut bisa terlihat merah karena adanya bakteri di dalam air. Salah satu jenis bakteri tersebut adalah Trichodesmium erythraeum.
1. Nama Laut Merah
Jenis bakteri tersebut banyak dijumpai dan berkembang subur di laut merah, sehingga terkadang laut berwarna atau tampak coklat kemerahan.
Beberapa orang juga percaya, bahwa terdapat pegunungan berwarna merah yang berada di dekat Laut Merah yaitu Harei Edom.
2. Ekosistem Laut
Laut Merah menyimpan ekosistem flora dan fauna yang menarik. Terdapat lebih 1200 spesies ikan di Laut Merah dan 44 spesies hiu terdapat di sana.
Selain itu, beberapa tempat di Laut Merah menjadi lokasi terumbu karang yang terbentang lebih dari 2000 kilometer. Karang yang indah di kedalam Laut Merah, seperti Whip Coral, Acropora, dan Gorgonia.
3. Sumber Daya di Laut Merah
Laut Merah terletak di antara tiga negara, yaitu Sudan, Mesir, dan Arab Saudi. Negara-negara tersebut telah melakukan eksplorasi cadangan gas alam dan minyak yang terkandung di Laut Merah.
Selain itu, Laut Merah juga populer sebagai tempat wisata, seperti Sinai, Sharm El Sheikh, Dahab, dan Hurghada, yang memiliki lokasi dekat Laut Merah.
4. Laut Merah Sangat Asin
Menjadi salah satu lautan yang paling asin, Laut Merah memiliki tingkat kandungan garam sekitar 4,1 persen, sedangkan pada umumnya laut memiliki tingkat kandungan asam sekitar 3,5 persen.
5. Tidak Ada Sungai yang Bermuara ke Laut Merah
Tidak adanya sungai yang mengalir ke Laut Merah menjadi alasan laut ini begitu asin. Oleh karena itu, terjadi penguapan yang tinggi, curah hujan rendah, dan jumlah air yang mengalir sedikit.
Sedangkan alasan kenapa Laut Merah masih teraliri air, karena adanya selat Bab el-Mandeb yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Melalui teluk tersebut, Laut Merah bertukar air dengan perairan besar lainnya.