JawaPos.com - Dunia maya dihebohkan dengan sebaran narasi antara Surya Paloh dan Anies Baswedan selaku Calon Presiden (Capres) Republik Indonesia.
Narasi yang beredar di media sosial tersebut, tampak menirukan suara Ketua Umum partai NasDem Surya Paloh yang sedang memarahi Capres nomor urut 1 Anies Baswedan.
Dikutip JawaPos.com dari akun Instagram @official_nasdem menyatakan bahwa video yang memperdengarkan percakapan Surya Paloh memarahi Anies Baswedan merupakan hoax atau tidak benar.
Sebagai informasi, narasi yang tersebar di media sosial menunjukkan suara Surya Paloh naik darah karena Anies Baswedan mengeluarkan data ngawur saat Debat Pilpres.
Lantas atas kekeliruan data tersebut menjadikan Surya Paloh marah terhadap Anies Baswedan.
"Saya sudah berusaha sekuat tenaga, pas di debat juga saya mati-matian buat ngambil perhatian masyarakat" ungkap Anies Baswedan dalam percakapan viral.
"Ya tetap aja data mu itu ngawur, bilang angin gak punya KTP segala, saya yang malu, aduh Nies" jawab Surya Paloh.
Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Surya Paloh: Belum Ada Putarannya Aja Sudah Seru, Apalagi Putaran Kedua
"Itu saya berusaha kalem aja pak buat ngeles" lanjut Anies Baswedan
"Kesalahan masa lalu kamu kebanyakan sih. Saya juga ngerasa dibohongin nih sama si Mimin, di awal dia janjikan banyak banget hal, sampai maunya jadi ketua, tapi malah zonk" jawab Surya Paloh (dengan nada kesal).
"Pak kesalahan itu sudah saya tutup-tutupi, kalau soal cak Mimin saya juga sebenarnya capek pak" ungkap Anies Baswedan.
"Coba minta mulutnya diam aja, percuma saya angkat wakil kalau nggak ada gunanya, makin keliatan kan kerenan Gibran" jawab Surya Paloh.
"Iya benar pak bakal saya sampaikan" tutup Anies Baswedan.
Demikianlah, isi percakapan dari Anies Baswedan bersama Surya Paloh yang menjadi perhatian publik.
Atas kegaduhan tersebut Partai NasDem langsung mengklarifikasi, kebenaran melalui akun Instagram resminya.
"Waspada hoax ya kakak-kakak semua. Beredar video suara rekaman palsu Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Capres 01 Anies Baswedan" tulis Partai NasDem pada akun Instagram.
"Sekali lagi, Partai NasDem tegaskan itu tidak benar dan merupakan fitnah yang amat keji," lanjutnya.
Maka dari itu kita perlu untuk hati-hati dalam Menyikapi segala sesuatu yang beredar. Tidak semua yang beredar di media sosial memiliki standar kebenaran dan kebaikan, pelru untuk lebih hati-hati menggunakan media sosial.***