← Beranda

Buya Syakur, Seorang Ulama Indramayu yang Berpengaruh Meninggal Dunia

Lailatul MagfirohKamis, 18 Januari 2024 | 14.20 WIB
SOSOK: Buya Syakur, Meninggal Dunia Hari Ini. (RADAR KUDUS JAWA POS)

JawaPos.com – Ulama Buya Syakur yang memiliki nama asli Abdul Syakur Yasin, lahir pada tanggal 2 Februari 1948 di Indramayu, Jawa Barat.

Ia adalah seorang ulama Indonesia yang dikenal luas dan banyak kontribusinya dalam bidang keagamaan.

Buya Syakur adalah pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Cadangpinggan, salah satu pondok pesantren terkemuka di Indonesia.

Buya Syakur adalah seorang ulama yang sangat berpengetahuan. Ia dikenal karena kemampuannya dalam membahas berbagai topik agama, termasuk peran Nabi Muhammad SAW dalam menyatukan umat Islam selama 23 tahun.

Dalam pernyataannya, Buya Syakur menegaskan bahwa Islam bukanlah agama yang sempurna dan bahwa perubahan dan evolusi adalah bagian dari alam semesta.

Buya Syakur berpendapat bahwa Islam akan terus berkembang dan dipelajari oleh generasi setelahnya, dan ulama adalah sosok yang akan melanjutkan proses tersebut.

Buya Syakur meninggal dunia pada Rabu (17/1/24), pada usia 75 tahun. Ia meninggal di Rumah Sakit Mitra Plumbon, Cirebon, Jawa Barat, setelah menderita penyakit dalam waktu yang cukup lama. Makamnya berada di Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin.

Buya Syakur adalah seorang ulama yang luar biasa dan banyak kontribusinya dalam bidang keagamaan.

Selain menjadi pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Cadangpinggan, Buya Syakur juga dikenal sebagai seorang penulis dan penerjemah yang sangat produktif.

Buya Syakur mampu menerjemahkan teks Arab ke dalam Bahasa Indonesia, dan karya-karyanya telah berkontribusi secara signifikan dalam diskusi agama dan akademis di Indonesia.

Buya Syakur dikenal karena gaya uniknya dalam mengajarkan ajaran Islam dan pengetahuan luasnya yang diperoleh dari tahun-tahun belajarnya di berbagai negara di Timur Tengah dan Eropa.

Setelah kembali ke Indonesia pada tahun 1991, beliau berdedikasi untuk menyebarkan ajaran Islam melalui pondok pesantren dan kuliah umum.

Buya Syakur telah menerbitkan sejumlah besar buku, termasuk "Prinsip Hukum Islam", "Sejarah Adabi Masyarakat Islam", "Esensi Falsafah Islam", "Etika Pendidikan Islam", "Politik Dakwah Islam", "Ekonomi Kesejahteraan Islam", dan "Kultura Moderasi Islam", serta banyak lagi. Kontribusinya dalam literatur ini telah memberikan wawasan dan pemahaman yang luas tentang ajaran Islam dan etika pendidikan Islam.

Buya Syakur juga dikenal karena pendekatannya dalam mengajarkan ajaran Islam. Ia percaya bahwa peningkatan pengetahuan seseorang akan meningkatkan rasa syukur mereka pada Tuhan.

Dalam kata-kata nya, beliau menekankan pentingnya kesadaran dan pemahaman dalam bersyukur pada Allah. Ia menjelaskan bahwa semakin tinggi ilmu seseorang, semakin berkualitas rasa syukurnya pada Tuhan.

Selain itu, Buya Syakur juga mendapatkan berbagai penghargaan dan pencapaian dalam karirnya.

Buya Syakur menerima penghargaan Ordo Bintang Republik Indonesia, Penghargaan Internasional Raja Faisal Bidang Studi Islam, dan beberapa pencapaian lainnya. Beliau juga mendapatkan gelar Doktor Honoris dari Universitas Al-Azhar dan Universitas Islam Indonesia.

Meskipun telah meninggal, Buya Syakur tetap hidup terkenang dalam hati dan pikiran banyak orang, khususnya di kalangan generasi muda.

Karya-karya Buya Syakur masih relevan dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, dan generasi mendatang akan terus mempelajari dan menghargai pengaruhnya.

EDITOR: Hanny Suwindari