JawaPos.com - Di seluruh dunia, ada beberapa spesies hewan yang statusnya langka dan berada dalam perlindungan.
Perlindungan untuk hewan-hewan yang langka dan terancam eksistensinya di seluruh dunia.
Beberapa faktor, seperti perubahan iklim dan ekosistem menjadi salah satu penyebab mengapa ada beberapa hewan langka yang dilindungi.
Berikut ini adalah 10 hewan langka yang terancam punah di seluruh dunia menurut Earth.org dan WWF.
Gajah
Gajah menjadi salah satu hewan langka yang keberadaannya terancam di seluruh dunia. Meski di beberapa wilayah populasinya meningkat, namun ada juga yang menurun.
Di Afrika, terutama di Afrika bagian selatan, populasi gajah meningkat. Sementara di asia menurun setidaknya 50 persen selama tiga generasi.
Bahkan sub spesies gajah Sumatera menjadi yang paling terancam karena populasinya sekitar 2.400-2.800 ekor.
Penyu
Selanjutnya ada penyu yang populasinya terancam karena beberapa faktor, salah satunya adalah perburuan.
Banyak pemburu liar yang mencari penyu untuk diincar telur, cangkang, daging, dan kulitnya.
Perubahan iklim juga menjadi salah satu faktor yang beresiko menyebabkan penyu punah karena kehilangan habitatnya.
Di seluruh dunia ada sekitar 6,5 juta penyu yang berada di alam liar. Tentu saja dengan jumlah yang berbeda untuk setiap spesiesnya.
Sementara penyu sisik, perkiraan populasinya berkisar 83.000 hingga 57.000 ekor di seluruh dunia.
Lumba-lumba Tanpa Sirip Yangtze
Lumba-lumba tanpa sirip yang hidup di Sungai Yangtze, China berada dalam ancaman kepunahan karena sangat rentan terhadap penangkapan ikan.
Meski tak menjadi target buruan secara langsung, kematian yang disengaja maupun tak sengaja menjadi penyebabnya.
Adapun tingkat penurunan tahunannya saja sebesar 13 persen. Bahkan diprediksi akan punah dalam 10 tahun jika tak ada upaya konservasi secara efektif.
Harimau Sunda
Harimau Sunda merupakan harimau yang berada di wilayah Indonesia dan tersebar di Sumatera, Jawa, dan Bali.
Populasi harimau Sunda menjadi subspesies yang rentan karena jumlahnya diperkirakan tersisa kurang dari 400 ekor.
Kerusakan alam dan perburuan merupakan faktor utama yang mengancamnya.
Vaquita
Vaquita adalah spesies lumba-lumba endemik di bagian utara Teluk California yang masuk dalam kategori langka dan terancam punah.
Pada tahun 1996 vaquita merupakan mamalia laut terkecil yang populasinya diperkirakan sudah sangat sedikit.
Ancaman terbesarnya adalah penangkapan ikan totoaba ilegal. Oleh karena itu upaya konservasi ekstensif dilakukan dengan cara melarang jaring insang di habitatnya pada tahun 2016.
Saola
Saola sering disebut unicorn Asia yang sejenis sapi dan ditemukan hanya di Deretan Annam, Vietnam dan Laos.
Hewan yang berkerabat dengan antelop, sapi, dan kambing ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1992 di Annamite Range, Vietnam.
Diperkirakan populasi saola kurang dari 750 ekor dan bisa jadi jauh lebih sedikit.
Gorila
Gorila berasal dari hutan tropis di Afrika yang populasinya sekitar 200-300 di alam liar.
Penurunan jumlah gorila disebabkan oleh perburuan liar, rusaknya habitat, penyakit, dan konflik dengan manusia.
Selain itu, faktor reproduksi juga menjadi penyebabnya. Betina hanya melahirkan setiap 4-6 tahun dengan melahirkan 3/4 kali seumur hidup.
Orangutan
Orangutan Kalimantan dan orangutan Sumatera menjadi spesies yang mengalami penurunan populasi sangat tajam.
Kini, populasi di Kalimantan hanya tersisa 104.700 ekor. Sedangkan di Sumatera hanya sekitar 13.846 ekor.
Rusaknya habitat alami berupa hutan di Sumatera dan Kalimantan menjadi penyebab utama penurunan jumlah populasi orangutan.
Badak
Ada juga badak yang menjadi hewan langka dan dilindungi di dunia. Perburuan liar menjadi penyebab menurunnya populasi karena tanduknya digunakan pengobatan tradisional China.
Selain itu, cula badak Jawa bisa dijual di angka 30.000 dollar AS atau sekitar Rp 450 juta per kilogram di pasar gelap.
Mirisnya, badak Jawa yang berada di Taman Nasional Ujung Kulon hanya tersisa sekitar 60 ekor saja.
Macan Tutul Amur
Hewan terakhir yang paling langka di dunia dan terancam populasinya adalah macan tutul Amur.
Habitat macan tutul Amur ini berada di belantara di beberapa wilayah seperti Korea, China Timur Laut, dan Rusia Timur.
Perburuan liar jadi penyebab menurunnya populasi macan tutul Amur. Para pemburu membunuhnya untuk diambil bulu dan tulangnya.
Itulah beberapa hewan paling langka di dunia yang kini populasinya terancam punah.