← Beranda

10 Kasus Medis Paling Aneh yang Pernah Terjadi Sepanjang Tahun 2023

Tania Sani Achmad AminKamis, 28 Desember 2023 | 17.24 WIB
Laba-laba yang hidup di telinga seorang wanita (kiri) dan bilah pisau yang berada di perut seorang pria (kanan). (Live Science)

JawaPos.com – Dalam dunia medis, terkadang ditemukan kasus-kasus yang jarang terjadi dalam bidang kedokteran. Ketika hal tersebut terjadi, mereka sering mencatat kasus-kasus tersebut dalam jurnal medis.

Pencatatan dalam jurnal ditujukan agar para dokter dan masyarakat dapat mempelajari kompleksitas menarik dari tubuh manusia. Sehingga bisa mewaspadai kondisi yang sering kali kurang diketahui. Berikut adalah beberapa kasus medis paling aneh yang dikutip dari Live Science sepanjang tahun 2023. 

1. Menyelam memicu sindrom darah yang mematikan 

Setelah menyelam jauh ke dalam gua bawah air, seorang pria menderita sindrom darah mematikan yang menyebabkan cairan keluar dari pembuluh darahnya.  Dokter dengan cepat menyadari bahwa pria tersebut menderita komplikasi penyakit dekompresi yang sangat jarang terjadi, yang dikenal sebagai sindrom kebocoran kapiler sistemik. Untungnya mereka mampu memberinya perawatan yang cepat dan dapat menyelamatkan nyawanya. 

2. Laba-laba ditemukan dalam telinga seorang wanita 

Seorang wanita di Taiwan mendengar suara gemeresik aneh yang keluar dari telinganya selama empat hari. Ia tidak menduga suara itu berasal dari seekor laba-laba sepanjang 0,1 inci (0,25 cm) yang merayap di telinga kirinya, di samping kerang luarnya (exoskeleton) yang keras dan telah berganti kulit.

3. Lidah manusia bertunas ‘bulu’ tebal berwarna hijau 

Pertumbuhan seperti lumut muncul di lidah seorang pria. Kondisi yang dikenal dengan sebutan ‘lidah berbulu’ ini disebabkan oleh pertumbuhan berlebih pada benjolan di lidah yang biasanya hilang saat bersentuhan dengan benda kasar, seperti sikat gigi atau makanan padat bertekstur. 

Sekitar 13 persen orang pernah mengalami ‘lidah berbulu’ pada suatu waktu di hidup mereka dan warnanya bisa bermacam-macam, tergantung pada jenis makanan dan bakteri yang terperangkap di dalamnya. 

4. Spesies bakteri baru diidentifikasi setelah gigitan kucing liar 

Para ilmuwan menemukan spesies bakteri baru setelah seorang pria digigit kucing liar berkali-kali. Tangan dan lengannya menjadi merah dan bengkak, tetapi pria tersebut pulih sepenuhnya setelah menjalani pengobatan antibiotik selama lima hari. 

Di laboratorium, para ilmuwan menentukan bahwa dia telah terinfeksi oleh sejenis bakteri Globicatella, mikroba kecil yang menyerupai bakteri Streptoccocus, yang paling dikenal sebagai penyebab radang tenggorokan dan demam berdarah. 

5. Janin dikeluarkan dari otak anak usia 1 tahun 

Dokter melakukan pembedahan terhadap seorang anak berusia 1 tahun untuk mengeluarkan janin dari otaknya. Janin tersebut merupakan kembaran diamniotik-monokorionik dari anak tersebut, artinya janin tersebut berasal dari sel telur yang sama dengan anak itu dan juga berbagi plasenta yang sama, tetapi berkembang dalam kantung ketuban yang terpisah. Selama kehamilan, salah satu janin terbungkus oleh janin lainnya dan akibatnya mati. Namun, sisa-sisanya tetap berada di kepala anak yang tersisa bahkan setelah lahir. 

6. Bilah pisau ‘mengambang’ di sisi lain perut seorang pria 

Dokter menjahit luka tusukan pisau pada seorang pria, tetapi melupakan satu hal penting. Pisau berukuran 5,9 inci (15 cm) masih tertancap di perutnya. Sehari kemudian, bilahnya telah ‘berkeliaran’ ke sisi lain tubuh pria tersebut. Namun, secara ajaib, bilah tersebut berhasil melakukannya tanpa merusa organ di sekitarnya. 

7. Cacing parasit ular piton di otak seorang wanita 

Seorang wanita di Australia terinfeksi cacing parasit bernama Ophidascaris robertsi yang biasanya hidup pada ular piton dan belum pernah diketahui menginfeksi manusia sebelumnya.  Dokter mengeluarkan cacing berwarna merah sepanjang 3,15 inci (8 cm) yang masih hidup dan menggeliat dari otaknya.  

Diperkirakan wanita itu secara tidak sengaja mengonsumsi telur Ophidascaris robertsi, baik secara langsung memakan sayuran hijau yang terkontaminasi atau secara tidak langsung melalui tangannya yang kotor atau peralatan dapur.  

8. Mata cokelat balita membiru setelah minum obat Covid-19 

Setelah mengonsumsi obat antivirus bernama Favipiravir untuk mengobati COVID-19, mata cokelat tua seorang anak laki-laki berusia 6 bulan tiba-tiba berubah menjadi biru nila. 

Perubahan warna yang mengejutkan ini diyakini sebagai efek samping dari cara tubuh memproses obat tersebut. Mata anak laki-laki itu kembali ke warna biasanya setelah pengobatan dihentikan. 

Namun, dokter mengatakan potensi efek jangka panjang yang terkait dengan perubahan warna mata sementara ini masih belum diketahui. 

9. Pencabutan gigi menyebabkan otak manusia berdarah 

Perjalanan seorang pria yang pergi ke dokter gigi harus dilanjutkan dengan kunjungan ke UGD setelah pencabutan gigi secara tidak langsung memicu pendarahan di otaknya. 

Dokter berteori bahwa pendarahan tersebut disebabkan oleh peningkatan tekanan darah secara tiba-tiba setelah pria tersebut menjalani prosedur. Selain itu, pria itu memiliki kondisi genetik yang tidak terdiagnosis, sehingga mengurangi aliran darah melalui otak, yang mungkin menjadi penyebabnya. 

10. Ruam yang menyakitkan karena memakan jamur yang kurang matang 

Seorang pria mengalami ruam yang terasa nyeri dan gatal di sekujur punggungnya setelah memakan jamur shitake yang kurang matang. Ruam yang tampak bergaris-garis dan merah seperti bekas dicambuk, disebabkan oleh reaksi peradangan berlebihan terhadap karbohidrat yang disebut Lentinan. 

Karbohidrat biasanya dipecah pada suhu tinggi saat dimasak, tetapi jamur shitake mentah dan setengah matang mengandung cukup banyak karbohidrat yang dapat memicu reaksi. 

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah