← Beranda

Pengiriman Limbah B3 dari Indonesia Timur jadi Lebih Efisien

Estu SuryowatiSabtu, 20 November 2021 | 02.40 WIB
Photo
JawaPos.com - PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) bersama dengan PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) melakukan penandatanganan kerja sama (MoU) di Kantor PPLI, Bogor, Jumat (19/11). Kerja sama yang dilakukan berupa pengangkutan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) berlangsung selama 5 tahun.

Manajer Humas PPLI Arum Tri Pusposari menyampaikan, kerja sama ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dengan mempercepat proses pengiriman limbah B3 dengan tetap memastikan keamanannya selama perjalanan. Khususnya dari Indonesia Timur.

"Jadi lebih efisiensi waktu, biasanya pake trek itu bisa 2 hari perjalanan, dengan kereta itu cuma 16 jam. Lebih efisien kan. Pengiriman limbah B3 dari Indonesia Timur, seperti Papua, NTT dan NTB," jelas dia kepada JawaPos.com di lokasi, Jumat (19/11).

Dia mengatakan, pengangkutan limbah B3 ini akan dilakukan melalui Stasiun Kalimas Tanjung Perak, Surabaya menuju ke Stasiun Nambo, di Bogor. Pengangkutan tersebut rencananya akan dilakukan 3 kali dalam seminggu.

"Tidak ada kriteria khusus untuk pengangkutan, cuma dipisahkan saja, seperti limbah cair menggunakan iso tank dan yang padat menggunakan kontainer," tuturnya.

Pada kesempatan sama, Plt Direktur Utama KALog, Ahmad Malik Syah menyampaikan, semua limbah akan dikumpulkan ke Stasiun Kalimas dari berbagai wilayah di Indonesia Timur. Limbah pun akan ditempatkan dalam gerbong khusus atau disebut kabus.

Dalam memastikan keamanan dan keselamatan, pihaknya pun telah menerapkan prosedur khusus. Diantaranya, penugasan pengawalan personel tersertifikasi yang diikutkan dalam setiap perjalanan, pemeriksaan di check points yang tersebar di Cepu, Semarang, Tegal, Cirebon, dan Arjawinangun.

"Semua mempunyai sertifikasi, muat di Kalimas, SOP perjalanan, SOP darurat apabila terjadi kejadian yang tidak diinginkan. Alhamdulillah sudah tersertifikasi, semua disertifikasi sudah bersama dengan PPLI dan KLHK," tandas dia.
EDITOR: Estu Suryowati