← Beranda

Sejarah Kurban, Kisah Ketaatan Ibrahim dan Ismail Atas Perintah Allah

KuswandiSenin, 19 Juli 2021 | 19.12 WIB
ILUSTRASI (Adnan Reza Maulana/Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com - Hari Raya Idul Adha 1442 H akan jatuh pada 20 Juli 2021 atau Selasa besok. Hari besar keagamaan bagi umat muslim ini dimaknai dengan sebuah bentuk kepasrahan seorang hamba kepada Allah SWT untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Dikutip dari berbagai sumber, sejarah panjang ini bermula dari lahirnya Nabi Ismail AS. Pada saat itu dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim AS tidak memiliki anak hingga di masa tuanya, lalu beliau berdoa kepada Allah.

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.” (QS Ash-Shafaat (37) : 100).

Akhirnya doa Nabi Ibrahim pun dikabulkan. Namun, sewaktu Nabi Ismail AS mencapai usia remajanya, Nabi Ibrahim AS mendapat mimpi bahwa ia harus menyembelih Ismail. Mimpi seorang nabi adalah salah satu dari cara turunnya wahyu Allah SWT, maka perintah yang diterimanya dalam mimpi itu harus dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim A.S.

Nabi Ibrahim A.S pun menyampaikan isi mimpinya kepada Ismail untuk melaksanakan perintah Allah SWT untuk menyembelih Ismail. Nabi Ismail meminta ayahnya untuk mengerjakan apa yang Allah perintahkan, ia pun berjanji kepada ayahnya akan menjadi seorang yang sabar dalam menjalani perintah itu.

Adapun berikut percakapannya, Ibrahim berkata: “Hai anakkku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu “maka pikirkanlah apa pendapatmu? Ismail menjawab: Wahai Bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS Ash-Shafaat: 102).

Sungguh mulia sifat Nabi Ismail AS. Allah pun memujinya di dalam Al-Qur’an:

“Dan ceritakanlah (Hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Qur’an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi.” (QS Maryam (19) : 54).

Nabi Ibrahim lalu membaringkan anaknya dan bersiap melakukan penyembelihan. Nabi Ismail AS siap menaati instruksi ayahnya. Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS nampak menunjukkan keteguhan, ketaatan dan kesabaran mereka dalam menjalankan perintah itu.

Ketika Nabi Ibrahim AS hendak mengayunkan parang, Allah SWT lalu menggantikan tubuh Nabi Ismail AS dengan sembelihan besar, yakni berupa domba jantan dari Surga, yang berwarna putih, bermata bagus, bertanduk.

“Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS Ash-Shafaat (37) : 104:107).

Kejadian tersebut merupakan suatu mukjizat dari Allah yang menegaskan bahwa perintah pergorbanan Nabi Ismail AS itu hanya suatu ujian bagi Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail sampai sejauh mana cinta dan ketaatan mereka kepada Allah SWT. Ternyata keduanya telah lulus dalam ujian yang sangat berat itu.

Nabi Ibrahim AS telah menunjukkan kesetiaan yang tulus dengan pergorbanan puteranya untuk berbakti melaksanakan perintah Allah SWT. Sedangkan Nabi Ismail AS tidak sedikit pun ragu atau bimbang dalam menjalankan perintah Allah SWT dengan menyerahkan jiwa raganya untuk dikorbankan kepada orang tuanya.

Baca juga: Pemerintah Tetapkan Hari Raya Idul Adha 20 Juli 2021

Dari sinilah asal permulaan sunah berkurban yang dilakukan oleh umat Islam pada tiap hari raya Idul Adha di seluruh pelosok dunia. Wallahu A’lam Bishsawab.

Peristiwa tersebut memberikan 3 pelajaran utama, yaitu nilai ketakwaan pada Allah SWT, meningkatkan hubungan antar manusia dan meningkatkan kualitas diri.
EDITOR: Kuswandi