JawaPos.com - Tak hanya menjadi perbincangan publik, kasus perundungan siswa SMP di Cilacap juga menjadi perhatian dunia internasional.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Kapolresta Cilacap, Kombes Fannky Ani Sugiharto. Ia menuturkan bahwa kasus bullying siswa SMP di Cilacap itu menjadi perhatian khusus Kapolri hingga Panglima TNI Laksamana Yudho Margono.
Mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat, Kapolresta Cilacap merasa prihatin dengan kejadian yang menimpa siswa SMP di Cilacap itu.
Tak hanya itu, kasus perundungan siswa SMP di Cilacap dikabarkan mendapat perhatian langsung dari UNESCO.
Kapolresta Cilacap mengaku diberitahu langsung oleh beberapa pejabat saat menghubunginya terkait kasus perundungan yang viral tersebut.
"Saya ditelepon Staf Presiden, Panglima TNI, Kapolri, lalu Menteri PMK karena kasus perundungan siswa SMP jadi perhatian UNESCO," tutur dia, dikutup dari RBG.id pada Jumat (29/9).
Sementara itu, Kapolresta Cilacap menambahkan bahwa motif penganiayaan siswa SMP Cilacap itu disinyalir karena sang korban mengaku dari kelompok Barisan Siswa padahal bukan.
Diketahui, Basis merupakan geng yang beranggotakan beberapa siswa termasuk pelaku dan korban.
Pelaku berinisial MKY yang menyiksa korban dengan brutal itu adalah ketua dari kelompok ini.
Menurut penuturan pelaku, korban diduga sempat menantang kelompok lain di luar sekolah.