← Beranda

Trending di Media Sosial X, Thread tentang Serial Killer Ryan Jombang Ternyata Belum Dieksekusi?

Zulfah Ulyah KartikaSelasa, 19 September 2023 | 16.38 WIB
Ryan Jombang pembunuh berantai yang belum dieksekusi atas hukuman matinya. Sumber X

JawaPos.com – Nama Ryan Jombang sempat menjadi topik hangat di Indonesia usai penangkapannya atas kasus pembunuhan di Depok pada 2008 lalu.

Pria yang memiliki nama panjang Very Idham Henyansyah ini mendadak menjadi trending di media sosial X pada (19/9) dini hari karena munculnya thread dari akun @mwv_mystic.

Dalam thread tersebut, disebutkan bahwa Ryan Jombang ternyata belum dieksekusi dari hukumannya.

Pembunuh berantai ini tertangkap setelah penemuan 7 potongan tubuh manusia yang ditemukan di dekat kebun binatang Ragunan, Jakarta Selatan.

Korban merupakan seorang pria dengan identitas bernama Heri Santoso yang dihabisi Ryan sebab cemburu kekasih sesama jenisnya yang bernama Noval didekati oleh Heri.

Pembunuhan ini terjadi di Margonda Garden Residence, lalu potongan tubuhnya dibuang ke Ragunan.

Setelah penemuan jasad Heri di Ragunan, Ryan Jombang ditangkap dan atas dakwaan pembunuhan dan mutilasi, dirinya mendapat vonis hukuman mati.

Namun berselang lima belas tahun dari dakwaannya di tahun 2009, sampai saat ini Ryan Jombang ternyata belum juga dieksekusi.

Heri bukanlah korban pertama dan satu-satunya dari aksi pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan oleh Ryan Jombang.

Setelah kasus pembunuhan Heri terungkap dan Ryan ditangkap, warga sekitar tempat tinggalnya di Jombang jadi menaruh curiga terhadap Ryan atas hilangnya beberapa orang di daerah mereka dalam kurun waktu 2006-2008.

Spekulasi warga ini didasarkan atas fakta bahwa para korban yang hilang hampir semuanya mengenal Ryan Jombang.

Namun pada saat kejadian hilangnya korban, warga tidak mencurigai Ryan pada awalnya karena Ryan dikenal sebagai sosok yang pendiam dan bersikap agak kewanitaan.

Ryan akhirnya mengakui perbuatannya tersebut setelah didesak oleh polisi. Ia telah membunuh 10 orang di Jombang yang jasadnya Ryan kubur di sekitaran rumahnya.

Hasil penyelidikan menemukan adanya empat kerangka manusia di bekas kolam ikan di belakang rumah Ryan. Enam korban lainnya terkubur di halaman belakang.

Salah satu korban merupakan balita berusia tiga tahun berinisial SRP yang dibunuh bersama ibunya N yang berusia tiga puluh satu tahun.

Motif yang dimiliki Ryan Jombang untuk menghabisi korbannya beragam. Ada yang disebabkan oleh rasa tersinggung, cemburu, dan marah karena tidak suka digoda oleh wanita.

Semua aksi pembunuhan berantainya di Jombang dilakukan secara sembunyi-sembunyi dalam waktu singkat saat keluarganya sedang tidak berada di rumah.

Dokter forensik yang menangani otopsi jasad korban terakhir Ryan Jombang, alm.dr. Mun’im Idris, mengungkapkan fakta mencengangkan tentang bagaimana Ryan membunuh Heri.

Menurut dr.Mun’im Idris, pada saat Ryan memotong tubuh korban, Heri ternyata masih dalam kondisi hidup. Ini terungkap karena ditemukan adanya peradangan di jaringan bagian paha kanan korban.

“Kita periksa ternyata di paha kanannya, saraf mikroskopik, ditemukan reaksi radang tadi. Berarti motongnya sebelum tewas.” Jelas dr. Mun’im Idris di sebuah wawancara kasus Ryan Jombang.

Hingga saat ini, terdakwa hukuman mati Ryan Jombang masih belum dieksekusi karena pihak penegak hukum merasa masih ada hak hukum yang harus dipenuhi oleh terpidana.

EDITOR: Hanny Suwindari