JawaPos.com - Jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 menambah citra buruk maskapai berlogo kepala singa tersebut. Mengingat maskapai tersebut sering kali mendapat komplain dari pengguna jasa angkutan udara.
Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan, Lion Air merupakan maskapai yang merajai keluhan konsumen. Dalam 5 tahun terakhir angka tertinggi dibanding maskapai lain.
"Pengaduan trasportasi udara 5 tahun terakhir paling tinggi Lion Air. Angkanya puluhan," ungkap Tulus di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/11).
Tulus menuturkan, keluhan konsumen meliputi keterlambatan pesawat. Adapula yang mengeluhkan sulitnya pengembalian uang dari pembatalan tiket terbang. Selain itu adapula terkait perusakan atau pencurian bagasi penumpang.
"(Keluhan, Red) menyangkut delay, refund tiket susah dan pendodosan bagasi," jelasnya.
Sementara itu, kebobrokan lainnya juga terlihat dari tingkat keselamatan penumpang. Tulus menceritakan ada konsumen yang mengeluhkan di kursi pesawat sabuk pengamannya tidak ada.
Namun, bukannya membatalkan penerbangan setelah dikomplain penumpang, nyatanya pesawat dipaksa terbang sekalipun ada sabuk pengaman yang kosong.
"Kursi enggak ada seat belt sekitar tiga tahun lalu tetap terbang artinya budaya safety Lion Air dari situ juga sangat tidak baik," imbuhnya.
Potret buruk Lion Air tidak berhenti di situ. Puluhan keluhan konsumen yang disampaikan oleh YLKI ke pihak manajemen Lion nyatanya tidak pernah ada yang digubris satupun. Surat resmi yang dikirimkan YLKI tidak pernah mendapat balasan.
"Surat resmi dari pengaduan yang masuk kita follow up, kita pelajari kemudian kirim ke Lion sesuai dengan divisinya, tapi tidak dapat respon dari manajemen Lion," pungkasnya.