← Beranda

Para Calon Mahasiswa Baru yang Lolos di Lintas Jurusan Diminta Pikir Ulang

Septinda Ayu PramitasariRabu, 21 Juni 2023 | 20.41 WIB
SUDAH DIUMUMKAN: Charlize Chayadi, salah seorang camaba, saat melihat informasi pengumuman SNBT di web SNPMB Kemendikbudristek di rumahnya di Surabaya kemarin (20/6).

JawaPos.com – Hasil seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT) telah diumumkan kemarin (20/6). Sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) di Surabaya mencatat puluhan calon mahasiswa baru (camaba) yang lolos SNBT berasal dari lintas jurusan.

Mereka rata-rata dari jurusan noneksakta yang diterima di program studi (prodi) eksakta atau sains dan teknologi.

Di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, misalnya, dari total 2.672 camaba yang lolos, terdapat 33 camaba dari lintas jurusan. Mereka memilih prodi yang sama sekali berbeda dengan penjurusan saat duduk di bangku SMA/SMK sederajat.

”Ada jurusan IPS, tetapi dia diterima di fakultas kedokteran gigi (FKG). Ada juga yang lulus kejar paket C diterima di aktuaria,” katanya kepada Jawa Pos kemarin.

Ya, tahun ini materi yang diujikan dalam UTBK memang hanya tes potensi skolastik (TPS). Artinya, semua peserta dari berbagai jurusan di SMA/SMK sederajat bisa bebas memilih prodi yang diinginkan. Sebab, tidak ada materi tes kemampuan akademik (TKA) yang diujikan di UTBK.

Karena itu, Nasih mengimbau para peserta yang lolos SNBT Unair lintas jurusan agar mempertimbangkan ulang prodi yang dipilih. ”Kami memohon kawan-kawan yang diterima SNBT Unair lintas jurusan dari IPS ke prodi saintek untuk memikirkan ulang. Apakah mau lanjut ke prodi itu atau memilih prodi yang sesuai dengan jurusan mereka di sekolah,” jelasnya.

Unair pun membuat kebijakan khusus bagi camaba lintas jurusan tersebut. Pertama, mahasiswa lintas jurusan tersebut harus bisa memberikan keterangan lulus dari sekolah. Atau, memiliki nilai mata pelajaran pendukung dari prodi yang dipilih saat daftar ulang.

”Kalau prodi FKG, mereka harus bisa menunjukkan nilai mapel biologi dan kimia. Begitu juga prodi lainnya,” ujarnya.

Nasih menambahkan, bagi peserta lintas jurusan yang tidak bisa menyertakan nilai mapel pendukung tersebut, mereka harus mengikuti matrikulasi untuk mapel utama yang disarankan di setiap prodi. ”Masih ada dua bulan sebelum kuliah ditempuh. Mereka harus ikut matrikulasi dulu,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Admisi Direktorat Pendidikan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Unggul Wasiwitono menyatakan telah menerima 1.947 camaba dari total 20.001 pendaftar di jalur SNBT. Total 1.947 camaba tersebut terdiri atas 1.606 camaba reguler dan 341 camaba program kartu Indonesia pintar kuliah (KIPK).

”Tahun ini SNBT berbeda dengan tahun lalu karena tidak hanya sarjana, tetapi juga sarjana terapan ikut dalam seleksi nasional,” katanya. (ayu/mia/c19/ttg)

EDITOR: Ilham Safutra