alexametrics

Semangat Pasukan Katak Menyelami Laut Demi Temukan Lion Air JT-610

31 Oktober 2018, 21:37:25 WIB

JawaPos.com – Komando Pasukan Katak (Kopaska) kembali melancarkan aksi mencari korban dan puing-puing pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh pada Senin (29/10) lalu. Mereka menyelam hingga kedalaman 30 meter di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Rabu (31/10).

JawaPos.com berkesempatan ikut menaiki salah satu perahu searider yang mengangkut para penyelam dari Kopaska. Ada sebanyak tujuh anggota yang beraksi pagi hingga sore ini. Tetapi, dari seluruh kapal yang diterjunkan, sedikitnya ada 30 orang penyelam.

Menurut kesaksian penyelam, evakuasi hari ini cukup landai di radius 9 mil atau 18,44 kilometer dari Tanjung Pakis. Ketujuh anggota pasukan katak tersebut beberapa kali menyelam dalam waktu 10-30 menit, namun tak kunjung menemukan baik puing pesawat maupun korban.

Kopaska
Tim penyelam dari Kopaska Koarmada I TNI Angkatan Laut menerjunkan penyelam terbaiknya untuk mencari dan mengevakuasi pesawat Lion Air JT 610 yang jatu di perairan Karawang, Jawa Barat, Rabu (31/10/) (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

“Pencarian hari ketiga, visibility tiga meter, landai hari ini. Padahal sambil nyelam sambil berdoa semoga nemu sesuatu,” ujar Thamrin sambil berbincang bersama JawaPos.com di atas perahu searider, Rabu (31/10).

Pantauan JawaPos.com dari atas permukaan laut yang diduga kuat adalah lokasi jatuhnya pesawat boeing 737 itu, gelombang air cukup tinggi saat pagi hari. Ketika berangkat pada pukul 06.45 WIB dari Dermaga Pantai Tanjung Pakis, terjadi angin yang kencang, mengingat hujan lebat menerjang lokasi sejak malam hari.

Namun, berselang waktu kemudian, sekitar pukul 11.00 WIB, keadaan air dan angin sudah mulai tenang. Para penyelam menjatuhkan diri ke laut pada pukul 11.25 WIB saat cuaca terasa sangat terik.

Setelah bergantian hingga empat penyelam, pencarian di lokasi awal dihentikan sementara. Komandan pemimpin perahu searider 4 yang juga ditumpangi JawaPos.com mendapat arahan untuk merapat ke KRI Ngurah Rai.

Kapal tempur tersebut membawa Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang juga ditemani rombongan dari Basarnas dan tim gabungan. Dia pun memimpin langsung proses evakuasi terutama black box pada titik lokasi jatuhnya pesawat.  

Beberapa kali kapal tersebut berpindah tempat, maju, mundur, beberapa ratus meter hingga bertemu pada satu titik yang diyakini kuat adanya turbin. Pelacakan tersebut pun diperkuat dengan penurunan Remote Operated Vehicle (ROV) oleh tim BPPT melalui kapal Baruna Jaya I.

Setelah menghitung ulang sisa pasukan, tim gabungan dari Kopaska, TNI AL, Marinir, dan Basarnas pun bersiap untuk menyelam. Dari Kopaska sendiri, tersisa sembilan anggota yang bisa membantu pencarian ke dasar laut.

Saat itu, hari sudah cukup sore, waktu menunjukkan pukul 16.30 WIB. Berdasarkan instruksi dari Komandan Kopaska, para penyelam baru diperbolehkan turun usai ROV kembali diangkat dan menentukan lokasi yang tepat.

Penyelam terjun berpasangan sesuai komando. Namun sayang, mereka kembali ke atas permukaan dengan tangan hampa. Mengingat prosedur penyelaman yang hanya boleh dilakukan maksimal pukul 17.00 WIB, evakuasi akhirnya dihentikan. Mereka akan melanjutkannya esok pagi hingga waktu yang belum ditentukan.

“Lanjut besok lagi, sepertinya black box akan terdeteksi,” ujar Komandan Kopaska Searider 4 yang ditumpangi JawaPos.com, Letko Dahlan yang terlihat tetap bersemangat.

Perahu searider pun kembali ke dermaga. Dengan wajah lelah dan basah, para penyelam Kopaska kembali ke poskonya menenteng perlengkapan tempurnya. 

Editor : Kuswandi

Reporter : (yes/JPC)

Copy Editor :

Semangat Pasukan Katak Menyelami Laut Demi Temukan Lion Air JT-610