alexametrics

RS Polri Terima 24 Kantong Jenazah Lagi, Kondisi Korban Tak Utuh

31 Oktober 2018, 10:38:27 WIB

JawaPos.com – Kantong jenazah berisi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang terus berdatangan ke RS Polri. Jika sebelumnya ada 24 kantong jenazah, semalam rumah sakit tersebut kembali mendapat tambahan 24 kantong lagi.

“Jadi total sudah 48 kantong jenazah yang ada di posmortem kami,” ujar Kepala Rumah Sakit Polri Kombes Pol Musyafak saat menggelar konferensi pers di RS Polri, Jakarta, Rabu (31/10).

Ia mengatakan, dari seluruh kantong dipastikan tidak ada jenazah yang dalam kondisi utuh. Karena itu, pihaknya kini hanya mengandalkan hasil tes DNA untuk melakukan proses identifikasi.

“Karena korban yang dikirim ke posmortem kami relatif tidak utuh ya. Jadi kami mengandalkan nanti hasil pemeriksaan DNA itu suatu kendala juga karena kondisi korban itu sendiri,” jelas Musyafak.

Adapun 24 kantong jenazah yang datang tadi malam katanya masih di kamar pendingin. “Rencana pagi ini langsung dilaksanakan pemeriksaan,” imbuhnya.

Dia menambahkan, untuk melakukan pemeriksaan DNA, pihaknya memiliki cukup personel dibantu dari sejumlah instansi terkait. Seperti dokter forensik dari Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, dokter dari RS Fatmawati dan dokter forensik lainnya.

“Kami ada 15 lebih dari dokter forensik kemudian lebih dari 10 orang dokter gigi, kemudian ada 4 orang ahli DNA yang mengambil sampel posmortem itu serta pendukung yang lain kami ada, cukup lengkap,” tukas Musyafak.

Sebelumnya, pesawat Lion Air JT 610 yang memiliki rute Jakarta – Pangkalpinang dikabarkan jatuh. Pesawat type B737-8 Max lebih dulu hilang kontak sekitar pukul 06.33 WIB setelah  take off dari Bandara Internasional Soekarno Hatta pada pukul 06.10 WIB.

Dilaporkan, pesawat terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S – 107 07.16 E. Akhirnya pesawat dipastikan jatuh di sekitar Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP itu membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi dengan 2 Pilot dan 6 awak kabin. Pihak Lion Air menyatakan, pesawat itu dikemudikan oleh Kapten Pilot Bhavye Suneja yang memiliki lebih dari 6.000 jam terbang Kopilot Harvino dengan 4.000 jam terbang lebih.

Dalam hal ini, Pesawat Boeing 737 Max 8 itu terbilang baru karena masih memiliki kurang dari 1.000 jam terbang. Sementara sertifikat layak terbang (Certificate of Air Worthiness) pesawat bernomor registrasi PK-LQP itu diterbitkan pada 15 Agustus 2018 dan akan berakhir pada 14 Agustus 2019.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : (dna/JPC)

Copy Editor :

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
RS Polri Terima 24 Kantong Jenazah Lagi, Kondisi Korban Tak Utuh