alexametrics

‘Mau Tidur’ Jadi Petanda Kepergian AKBP Mito

31 Oktober 2018, 12:27:41 WIB

JawaPos.com – Sekujur tubuh Dian Anindita, 37, langsung lemas tak berdaya, saat mendengar kabar pesawat Lion Air JT-610 dinyatakan lost contact di Bandara Pangkal Pinang, Senin (29/10) pagi. Dia bergeming tak tahu harus berbuat apa, ketika tahu pesawat l Lion Air rute Jakarta – Pangkal Pinang yang ditumpangi suaminya jatuh di perairan laut utara Karawang, Jawa Barat.

Tragedi jatuhnya pesawat Lion Air jenis Boeing 737 Max 8 tersebut turut menenggelamkan “surga kecil” rumah tangga pasangan AKBP Mito, 43, dan Dian Anindita di Perumahan Graha Loka, Slindu, Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Kepergian Kepala Bagian Pal Biro Logistik Polda Bangka Belitung tersebut menyisakan pilu mendalam bagi Dian dan ketiga orang anaknya.

Ia tak menyangka jika sepulangnya dari acara pertemuan Akabri Se-Kabupaten Kendal di Jakarta, suaminya menjadi satu dari ratusan korban pesawat jatuh. Dian hanya bisa menunduk pasrah menunggu kabar hasil pencarian badan pesawat. Sambil sesekali membuka foto-foto kenangan bersama Mito yang tersimpan di ponsel.

‘Mau Tidur’ Jadi Petanda Kepergian AKBP Mito
Ilustrasi pesawat Lion Air JT610 jatuh (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Terakhir kali Mito menyampaikan pesan kepada Dian, bahwa dia ingin cepat istirahat karena merasa lelah usai menghadiri sebuah kegiatan. Dian tidak menyangka jika, komunikasi lewat telefon akan menjadi obrolan terakhir.

“Dia telepon dan bilang, Jam 6.10 berangkat dari Jakarta. Jangan lupa bawakan baju dinas. Nggak lah, paling saya ke kantor sebentar. Badanku capek semua. Mau tidur (istirahat),” ujar Dian menirukan suara Mito di telefon, Rabu (31/10).

Dian kembali menceritakan, sebelum pukul 06.10 WIB, Mito memberi kabar bahwa sudah masuk ke Bandara Soekarno Hatta. Sekitar dua jam kemudian, ia mengaku sudah cemas. Karena sesuai jadwal, pukul 7.30 WIB, pesawat Lion Air JT-610 sudah tiba di Bandara Pangkal Pinang.

Kekhawatirannya semakin meninggi. Ponsel  suaminya tak bisa dihubungi. Dia pun segera bergegas mencari informasi ke petugas bandara. Di tengah kebingungannya mencari kabar informasi pesawat Lion Air, Dian melihat kerumunan massa yang tengah sibuk memegang telefon genggam.

“Waktu saya jemput di Bandara Pangkal Pinang, kok nggak ada kabar-kabarnya. Padahal sudah beberapa jam di mobil. Saya menanyakan ke petugas, kok ada kerumunan taksi online. Kok lagi pada mengeluarkan HP. Terus mereka bilang, ini bu, pesawat Lion Air hilang, yang jadwal 06.10 WIB,” ujar Dian di Crisis Center Hotel Ibis Cawang, Jakarta, Jl. MT Haryono.

Di mata keluarga, AKBP Mito dikenal sebagai orang tua yang perhatian kepada anak-anaknya. Suaminya itu terus mendorong kepada anak-anaknya punya pendidikan tinggi.

Mito memulai karir di Akpol Semarang dari 1998. Sebelum bertugas di Pangkal Pinang, Mito ditugaskan di Sulawesi dan Jakarta. Atas tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT610, Dian mengaku hanya bisa pasrah dan berharap jasad Mito segera ditemukan.

“Usia pernikahan kami sudah 16 tahun. Kami menikah 2002 silam. Kami sudah mengikhlaskan. Di mata keluarga dia sangat peduli kepada anak-anak,” tuturnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : (wiw/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
'Mau Tidur' Jadi Petanda Kepergian AKBP Mito