alexametrics
Hari Kedua Evakuasi Lion Air JT 610

KNKT Kumpulkan Data, Bodi Utama Pesawat Belum Ditemukan

31 Oktober 2018, 10:05:27 WIB

JawaPos.com – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyampaikan perkembangan investigasi jatuhnya Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air. Sampai kemarin, mereka masih berusaha mengumpulkan seluruh data dan menggerakkan beberapa tim investigator untuk mencari pesawat dengan kode penerbangan JT 610 yang hilang di perairan Karawang, Senin (29/10), tersebut.

Wakil Ketua KNKT Haryo Satmiko menyampaikan, Senin malam lalu tim KNKT merapat ke kapal Baruna Jaya I milik BPPT. “Kapal Baruna Jaya I telah sampai di lokasi pukul 06.00 WIB Selasa. Kami berkoordinasi dengan SAR Mission Coordinator (SMC) Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP), TNI, dan Pertamina untuk memulai pencarian main wreckage,” jelasnya saat konferensi pers di kantor KNKT di Jakarta kemarin.

Pada pukul 09.30, tim KNKT dan BPPT menurunkan rigid inflatable boat (RIB) dengan membawa peralatan multibeam sonar dan ping locator. Mereka menyisir lokasi yang diperkirakan sebagai titik impact (benturan).

KNKT Kumpulkan Data, Bodi Utama Pesawat Belum Ditemukan
Infografis evakuasi pesawat Lion Air JT 610 (Kokoh Praba/JawaPos.com)

KNKT juga menurunkan tim ke Jakarta International Container Terminal II (JICT II) Tanjung Priok untuk berkoordinasi dengan BNPP dan PT Indonesia Port Company (PT IPC). Mereka melakukan pemilahan barang temuan dari lokasi kecelakaan yang telah diturunkan di JICT II, Tanjung Priok. ”Pemilahan ini penting untuk menentukan investigasi KNKT lebih lanjut,” katanya.

Haryo menambahkan, sesuai dengan prosedur internasional, tim KNKT langsung mengirimkan notifikasi kepada negara-negara terkait, termasuk negara pabrikan pesawat, tentang insiden tersebut.

KNKT mendapat tawaran bantuan dari beberapa pihak. Termasuk JIAAC (Junta de Investigacion de Accidentes de Aviacion Civil) Argentina, NTSB (National Transportation Safety Bureau) Amerika Serikat, TSIB (Transport Safety Investigation Bureau) Singapura, AAIB (Air Accident Investigation Bureau) Malaysia, dan yang terbaru dari Arab Saudi.

”Mereka menawarkan alat dan SDM untuk membantu investigasi. Kami akan berkoordinasi dengan Kemenlu untuk bantuan personel dari negara lain,” jelasnya. Bantuan alat dari Singapura sudah sampai di Jakarta. Personel yang akan mengoperasikan alat tersebut tiba di Indonesia Rabu malam (31/10).

Sementara itu, mengenai pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air pada penerbangan sebelumnya dengan rute Denpasar-Jakarta, KNKT mengaku sudah meng-collect data dari operator dan penerbangan sebelumnya.

”Kami sudah dapatkan rekaman percakapan antara pilot dan Airnav pada penerbangan sebelumnya. Kami juga sudah berupaya meminta informasi dari pilot sebelumnya. Tapi, saat ini belum bisa kami sampaikan karena kami harus mencocokkan apa yang terjadi di lapangan dan hasil percakapan. Ini baru single data saja,” terang Koordinator Air Safety Investigation KNKT Ony Soerjo Wibowo. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (idr/syn/agf/c5/c6/oni)

Copy Editor :

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
KNKT Kumpulkan Data, Bodi Utama Pesawat Belum Ditemukan