alexametrics

Kemarin, 3 Korban Lion Air Hampir Diidentifikasi

31 Oktober 2018, 12:32:46 WIB

JawaPos.com – Tim Disaster Victim Investigation (DVI) Mabes Polri hampir mengidentifikasi tiga korban pesawat Lion Air JT 610 dari 24 kantong yang dikirimkan ke RS Polri kemarin. Hal tersebut dilihat dari ciri-ciri fisik yang disampaikan keluarga korban dan kemudian dicocokkan.

“Kurang lebih ada tiga korban barangkali dalam pembicaraan yang ketat yang dari aspek pemeriksaan tanda-tanda medis ya, ada tato kemudian didapatkan korban yang berumur tiga sampai empat tahun dan bahkan bayi,” terang Kepala Rumah Sakit Polri Kombes Pol Musyafak saat menggelar konferensi pers di RS Polri, Jakarta, Rabu (31/10).

Namun data-data yang mendukung terbilang kurang kuat. Untuk itu disampaikan bahwa hingga hasil proses forensik yang dilakukan Tim DVI kemarin, belum berhasil mengidentifikasi satupun korban.

Kemarin, 3 Korban Lion Air Hampir Diidentifikasi
Infografis pesawat Lion Air jatuh (Kokoh Praba/JawaPos.com)

“Sehingga dicancel sambil menunggu hasil DNA. Jadi hasilnya memang belum ada satu yang teridentifikasi sehingga masih nihil,” katanya.

Musyafak mengakui timnya kesulitan melakukan identifikasi lantaran jenazah yang tiba di RS Polri seluruhnya dalam kondisi tidak utuh. Kemudian, bagian tubuh yang ditemukan tersebut juga tidak semuanya sama.

“Jadi itu menjadi kendala. Sehingga dari kemarin 24 kantong jenazah agak kurang lebih 87 bagian dari pada tubuh itu yang kami periksa sampel DNA nya,” ungkapnya.

Langkah akhir, mereka menunggu hasil tes DNA yang kemarin hingga kini dilakukan terhadap keluarga korban.

Sebelumnya, pesawat Lion Air JT-610 yang memiliki rute Jakarta – Pangkal Pinang dikabarkan jatuh. Pesawat type B737-8 Max lebih dulu hilang kontak sekitar pukul 06.33 WIB setelah  take off dari bandara internasional Soekarno Hatta pada pukul 06.10 WIB.

Dilaporkan, pesawat terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S – 107 07.16 E. Akhirnya pesawat dipastikan jatuh di sekitar Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP itu membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi dengan 2 Pilot dan 6 awak kabin. Pihak Lion Air menyatakan, pesawat itu dikemudikan oleh Kapten Pilot Bhavye Suneja yang memiliki lebih dari 6.000 jam terbang Kopilot Harvino dengan 4.000 jam terbang lebih.

Dalam hal ini, Pesawat Boeing 737 Max 8 itu terbilang baru karena masih memiliki kurang dari 1.000 jam terbang. Sementara sertifikat layak terbang (Certificate of Air Worthiness) pesawat bernomor registrasi PK-LQP itu diterbitkan pada 15 Agustus 2018 dan akan berakhir pada 14 Agustus 2019. 

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : (dna/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Kemarin, 3 Korban Lion Air Hampir Diidentifikasi