alexametrics

Eks Wali Kota Jayapura Minta Polisi Bertindak Bijak

Dua Pengibar Bendera Bintang Kejora Ditangkap
31 Agustus 2019, 19:38:53 WIB

JawaPos.com – Polda Metro Jaya menangkap dua orang pelaku yang diduga mengibarkan bendera Bintang Kejora di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta beberapa hari lalu. Menanggapi hal tersebut, ‎mantan Wali Kota Jayapura, Michael Manufandu mengatakan supaya dua orang yang diamankan itu bisa ditangani secara bijaksana oleh petugas kepolisian.

Hal itu, kata Michael, perlu dilakukan supaya tidak menimbulkan masalah baru. “Kalau memang itu terjadi memang mereka harus atur dengan bijaksana supaya tidak menimbulkan perlawanan,” ujar Michael di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (31/8).

Michael mengatakan pengibaran bendera Bintang Kejora bukanlah bagian dari aspirasi dari mayoritas mayarakat Papua. Makanya, hal itu tidak bisa dikategorikan sebagai keinginan masyarakat Papua. “Bahwa itu bukan kesalahan politik tapi perorangan. Kalau dianggap mengatasnamakan semua orang Papua itu bukan orang Papua yang bergerak, itu satu dua orang,” katanya.

Michael mengatakan bahwa saat adanya ujuk rasa di depan istana beberapa waktu lalu, dirinya juga berada di sana. Saat pengibaran bendera Bintang Kejora tersebut‎, Michael sudah menegur massa. “Kita nasihati sampai dia bosan dengar atau kita bosan menjelaskan,” katanya.

Untuk diketahu, dua orang yang ditangkap diketahui bernama Anes Tabuni dan Charles Kossay. Anes berperan sebagai koordinator lapangan yang membuat undangan unjuk rasa, menyiapkam bendera serta melakukan orasi di atas mobil komandan. Sementara Charles adalah koordinator lapangan dari massa Jakarta Timur.

Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa dua unit handphone, satu spanduk, satu kaus dengan gambar bintang kejora, satu selendang bergambar bintang kejora, dan satu buah pengeras suara.

Para pelaku diduga melanggar pasal 106 Juncto pasal 87 dan atau pasal 110 KUHP tentang tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan atau permufakatan akan melakukan kejahatan terhadap keamanan negara dan makar.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Gunawan Wibisono

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads