alexametrics

Cuaca April, BMKG: Ada Potensi Hujan Es

31 Maret 2019, 18:43:41 WIB

JawaPos.com – Sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau mulai April 2019. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi beberapa wilayah akan mengalami kemarau yang lebih kering.

“Kita sudah menyatakan bahwa potensi musim kemarau tahun 2019 ini akan dimulai di bulan April, walaupun sebagian wilayah yang lain akan mulai pada bulan Mei,” ujar Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG Indra Gustari.

Karena, saat ini Indonesia berada dalam periode transisi atau yang dikenal dengan pancaroba. Periode tersebut ditandai adanya hujan yang lebat, bahkan juga hujan es.

“Biasanya ketika periode transisi itu adalah hujan yang cukup lebat, tetapi sporadis, dengan jangka waktu yang pendek dan potensi hujan es juga akan ada di periode transisi ini,” tutur Indra.

Indra menyebutkan, wilayah yang memulai musim kemarau lebih awal antara lain Sumatera bagian utara dan tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Riau. Selain kering, di sana rawan terjadi kebakaran hutan.

“Jadi di wilayah itulah potensi kebakaran hutan dan lahannya lebih besar karena sifatnya sangat kering. Puncak musim kemaraunya antara Agustus atau September,” paparnya.

BMKG juga memprediksi kemungkinan terjadinya badai el nino, mengingat beberapa wilayah seperti Riau dan Kalimantan yang lama tidak turun hujan.

“Beberapa tempat yang sudah lama tidak mendapatkan hujan memicu titik api di lahan gambut atau hutan. Riau memang tipe iklimnya berbeda, puncak hujan hanya terjadi dua kali, awal April dan November,” terang Indra.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Yesika Dinta



Close Ads
Cuaca April, BMKG: Ada Potensi Hujan Es