alexametrics

Begini Kunci Toleransi Umat Beragama Menurut Para Komika

30 Desember 2017, 23:47:06 WIB

JawaPos.com – Komunitas Stand Up Indo Bekasi, menggelar acara open mic ‘Kamis Tercyduk’ yang bertema “Toleransi for Peace”, di Cafe Stadion Ajah, Bekasi, Kamis lalu. Pada acara tersebut, sejumlah komika berpendapat mengenai kehidupan bertoleransi di Indonesia belakangan ini mulai menurun.

“Sebenarnya kunci toleransi adalah berdamai dan menghormati diri sendiri,” kata komika Barry seperti dikutip RMOL.co (Jawa Pos Grup), Sabtu, (30/12).

Menurut Barry, kalau kita sudah bisa menghormati diri sendiri, niscaya kita juga akan menghormati dan menghargai orang lain. “Dengan menghormati diri sendiri dan orang lain, kita tidak punya waktu mencari kejelekan orang lain,” ujarnya.

Banyak faktor yang menyebabkan menurunnya rasa toleransi di masyarakat. Salah satunya seringnya terjadi pelanggaran hak pribadi orang lain di sosial media, lewat berita hoax atau berita palsu.

Menanggapi hal itu, Komika Ipin mengatakan, perkembangan teknologi komunikasi yang didukung peningkatan pemakaian gagdet canggih di masyarakat membuka peluang beredarnya berita-berita hoax di sosial media terutama berita hoax mengenai masalah keagamaan.

Saat ini sering ditemukan berita hoax atau palsu yg memberitakan seolah-olah umat suatu agama di Indonesia telah berupaya menekan umat beragama lainnya. Padahal kenyataannya di Indonesia, antarumat beragama telah hidup berdampingan secara damai selama puluhan tahun.

Selain itu perilaku netizen yang kadang berlebihan dalam menanggapi berita di sosial media, meskipun ternyata setelah diketahui belakangan ternyata berita tersebut adalah hoax.

“Gara-gara banyak netizen yang lebay, kedamaian hidup antarumat beragama jadi terganggu,” kata Komika Ipin.

Komika Wawan menilai, bangsa Indonesia saat ini perlu mencontoh kembali perilaku toleransi yang pernah ditunjukkan oleh para leluhur bangsa, yang sudah mempraktikkan toleransi selama ratusan tahun, termasuk toleransi antar umat beragama.

“Indonesia saat ini sesungguhnya punya contoh terbaik dalam hal hidup bertoleransi, yang ada dalam diri Presiden Jokowi,” ujar Wawan.

Beliau dalam mengelola pemerintahan, lebih mengutamakan kinerja seseorang dalam bekerja, tidak dibatasi oleh adanya dikotomi agama, ras, atau etnis tertentu.

Bagi Jokowi, kata komika Wawan, siapapun warga yang bekerja dengan baik demi kesejahteraan masyarakat, maka beliau akan memberikan apresiasi yang tinggi.

“Ini bukti bahwa bapak Jokowi sangat menjunjung tinggi rasa toleransi,” tambah komika Wawan.

Sedangkan Komika Samo menuturkan agar masyarakat Indonesia dapat kembali hidup damai, maka rasa toleransi antar masyarakat harus dikembangkan kembali.

Tidak hanya toleransi antar umat beragama, tetapi juga toleransi sosial dan kemanusiaan juga perlu di dorong kembali.

Editor : admin

Reporter : (met/JPC)

Close Ads
Begini Kunci Toleransi Umat Beragama Menurut Para Komika