alexametrics

Pasca Putusan MK soal UU Ciptaker, Jokowi Jamin Investasi Aman

30 November 2021, 14:09:18 WIB

JawaPos.com – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan bahwa UU Cipta Kerja (Ciptaker) inkonstitusional bersyarat mendapat tanggapan langsung dari Presiden Joko Widodo. Kemarin Jokowi menegaskan bahwa UU tersebut masih berlaku sampai dilakukan revisi atau perbaikan.

Dengan demikian, segala aturan pelaksanaan yang saat ini sudah ada juga tetap berlaku.

’’Tidak ada satu pasal pun yang dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi. Seluruh materi dan substansi dalam UU Cipta Kerja dan aturan sepenuhnya tetap berlaku,’’ tegas Jokowi kemarin.

Jokowi telah meminta para Menko dan menteri terkait untuk menindaklanjuti putusan MK tersebut secepatnya. ’’Pemerintah dan DPR sebagai pembentuk UU diberi waktu paling lama dua tahun untuk melakukan revisi atau perbaikan,’’ katanya.

Jokowi juga memastikan bahwa putusan MK tersebut tidak akan berpengaruh pada investasi. ’’Saya pastikan kepada para pelaku usaha dan para investor dari dalam maupun luar negeri bahwa investasi yang telah, sedang, dan akan berproses tetap aman dan terjamin. Sekali lagi, saya pastikan pemerintah menjamin keamanan dan kepastian investasi di Indonesia,’’ tegasnya. Jokowi juga menegaskan bahwa dirinya tetap akan memberikan dukungan dan memimpin langsung segala proses untuk kemudahan berinvestasi di Indonesia.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD menyampaikan bahwa pemerintah menghormati putusan MK. Pemerintah juga akan menindaklanjuti putusan tersebut. ”Karena memang menurut pasal 24C Undang-Undang Dasar, putusan MK itu final dan mengikat dan tidak dapat banding lagi,” ungkapnya kepada awak media. Dia juga yakin bisa menyelesaikan proses revisi UU Ciptaker sebelum tenggat waktu dua tahun yang ditetapkan MK. ”Pemerintah menangkap makna, ini hanya soal prosedur yang diminta diperbaiki (oleh MK, Red), sehingga keseluruhan permohonan uji materi yang menyangkut isinya itu kan dinyatakan no atau tidak dapat diterima,” beber mantan menteri pertahanan tersebut.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : deb/lum/syn/agf/han/tau/rya/lyn/c17/c7/c9/oni

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads