alexametrics
Mencari Badan Pesawat Lion Air JT 610

TNI AL Turunkan Kapal Sounding Vassel, Seperti Apa Kecanggihannya?

30 Oktober 2018, 18:56:39 WIB

JawaPos.com – Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Rigel-933 menurunkan Kapal Sounding Vessel (SV). Kapal ini digunakan untuk membantu pencarian pesawat Lion Air JT 610 yang diduga jatuh di Perairan Karawang, Laut Jawa, Jawa Barat.

Area pencarian pesawat dari titik kordinat awal kini diperluas. Itu dilakukan setelah pencarian di radius tiga mil dari titik koordinat awal, belum menemukan badan pesawat dan kotak hitam.

“Sekarang kita menurunkan SV. Kemampuannya sama dengan kapal induk KRI Rigel. Di situ ada sensor (multibeam echosounder) EM2040 untuk mendeteksi objek bawah laut,” kata Komandan KRI Rigel-933 Letkol Laut (P), Agus Triyana di atas KRI Rigel yang berlayar di Perairan Karawang, Laut Jawa, Jawa Barat, Selasa (30/10).

TNI AL Turunkan Kapal Sounding Vassel, Seperti Apa Kecanggihannya?

Sementara ini, dari hasil pencarian sejak Senin (29/10) sore hingga Selasa (30/10) pagi, KRI Rigel-933 belum mendapatkan apa yang mereka cari. Di mana KRI Rigel-933 ditugaskan untuk mencari badan pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang, dan juga black box atau kotak hitam milik Lion Air JT 610.

Menurut Agus, kedalaman Laut Jawa yang disisir KRI Rigel-933 dan kapal-kapal lainnya memiliki sekitar 30 hingga 35 meter. Kapal SV yang berukuran lebih kecil dari KRI Rigel-933, diturunkan untuk membantu pencarian badan pesawat dan kotak hitam tersebut.

“(Kemarin) masih sebagian kecil. Makanya kapal ini untuk membantu memperluas (area pencarian),” ucap Agus.

Dengan diturunkannya Kapal SV, pencarian di area diduga jatuhnya pesawat Lion Air berpenumpang 189 orang tersebut dibagi menjadi dua area. Agus mengatakan, KRI Rigel-933 akan melakukan pencarian di area yang berbeda dengan Kapal SV.

Kapal SV diturunkan dari KRI Rigel-933 pada pukul 08.40 WIB. Kapal tersebut mulai melakukan pencarian dan berpisah dengan KRI Rigel-933 sekitar pukul 09.45 WIB, di saat langit setengah mendung.

Di Kapal SV, terdapat lima orang personel yang berasal dari KRI Rigel-933. Mereka mengenakan pelampung dalam mengarungi laut yang ombaknya membuat Kapal SV bergoyang-goyang di atas air.

Dengan teknologi yang tidak kalah dengan KRI Rigel-933, Kapal SV akan membantu pencarian pesawat dan kotak hitam dengan teknologi deteksi bawah laut. Selama menjelajah area pencarian dengan gerakan gergaji laut, gerakan zig-zag secara menyeluruh, objek-objek di bawah laut dapat terlihat dengan teknologi tersebut.

“Pipa bawah air yang sekarang tergelar di antara rig-rig (untuk mengebor minyak) ini kita dapat deteksi. Itu kecil, kurang lebih 30 cm (diameter ukurannya). Untuk pipa ketemu. Tapi karena ini kondisinya masih belum ketemu, yang bangkai kapalnya belum,” jelasnya.

Cuaca di area pencarian sejak awal kedatangan KRI Rigel-933 hingga Selasa sore cukup beragam. Hari pertama, cuaca cerah menemani KRI Rigel-933 hingga Selasa pagi. Namun, sekitar sesaat setelah shalat Subuh, hujan turun hingga pukul 06.30 WIB.

Sempat cerah berawan di pagi menjelang siang, langit di area pencarian terus berawan hingga sore.

Dengan kondisi seperti demikian, Agus merasa cuaca sementara masih mendukung proses pencarian badan pesawat dan kotak hitam Lion Air JT 610. Hal yang menjadi kendala dalam pencarian itu berupa luasnya area pencarian dan informasi awal yang didapatkan sebelumnya belum pasti.

“Pertama luasan area dan informasi yang belum fix ya, namanya informasi awal kan belum fix. Tapi masih terus kita usahakan. (Pencarian dilakukan) sampai batas dari pusat, dari Basarnas, dinyatakan selesai,” pungkas Agus.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : (rdw/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
TNI AL Turunkan Kapal Sounding Vassel, Seperti Apa Kecanggihannya?