alexametrics

Mimpi Vivian Bertemu Gubernur Babel Tenggelam Bersama Lion Air

30 Oktober 2018, 16:01:07 WIB

JawaPos.com – Tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 jenis Boeing 737 di laut utara Karawang, Senin (29/10) kemarin, menyisakan duka bagi keluarga korban. Salah satunya keluarga besar Nandang Suratman, 53, tak menyangka bila anaknya, Vivian Hasna Afifa, 23, turut menjadi korban.

Raut wajah kesedihan keluarga Vian tak bisa ditutupi saat berada di penginapan Hotel Ibis Cawang, Jakarta. Ayah dan pamannya tak pernah berhenti memanjatkan doa-doa agar Vian lolos dari maut tragedi kecalakaan jatuhnya nahas tersebut.

Paman Vian, Asep Ridwan mengaku tak menyangka jika salah keponakannya pergi secepat itu. Perempuan asal Bandung itu pergi ke Bangka Belitung untuk membangun usaha di bidang kepariwisataan di sana.

Mimpi Vivian Bertemu Gubernur Babel Tenggelam Bersama Lion Air
Infografis pesawat Lion Air jatuh (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Di mata keluarga, Vian dikenal sebagai perempuan ulet yang tengah serius membangun usaha bisnis pariwisata. Tujuan Vian terbang menuju Bandara Pangkalpinang, tak lain ingin bertemu dengan Gubernur Bangka Belitung untuk menyampaikan program kepariwisataan.

“Seminggu sebelum berangkat, Teh Vian pamitan kepada ibunya, mau bertemu dengan Gubernur Bangka Belitung untuk urusan pariwisata,” ujar Asep kepada JawaPos.com, Selasa (30/10).

Pamannya kembali mengisahkan, bahwa anak pertama dari empat bersaudara tersebut merupakan sosok perempuan yang dikenal aktif dalam organisasi.

Saat menjadi mahasiswi Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Vian menjadi Head of Incoming Global Entrepreneur Program di AIESEC (Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales) Indonesia.

Anak bungsu pasangan Nandang Suratman, 53, dan Neuis Marpuah, 47, itu sempat menyampaikan kabar kepada orangtuanya saat hendak berangkat ke Bangka Belitung. Vian menyampaikan bahwa dirinya tak bisa ikut mengantar keberangkatan ayahnya kembali ke Amerika untuk bekerja di Kapal Pesiar pada 2 November mendatang.

Keluarga tak menyangka jika ketidakhadiran Vian mengantar keberangkatan ayahnya kembali ke Amerika ternyata untuk selama-lamanya. Dalam pesan WhatsApp (WA) terakhir kepada ayahnya, Vian menyampaikan bahwa dia tidak bisa pulang lagi ke Bandung.

Karena sejak lulus kuliah Vian tinggal di sebuah kos-kosan di Jakarta, sehingga dia memilih langsung terbang ke Bangka Belitung menggunakan pesawat Lion Air JT-610.

“Bapak Vian bekerja di kapal pesiar. Tanggal 2 November nanti dia berangkat lagi ke Amerika. Dia (Vian) sempat WA ke papahnya, dia pamit. Teh Vian tidak pulang ke Bandung, tidak akan bisa pulang lagi (tidak menemui). Ternyata memang betul. Musibah ini membuatnya tidak ketemu lagi dengan bapaknya,” kata Asep.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : (wiw/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Mimpi Vivian Bertemu Gubernur Babel Tenggelam Bersama Lion Air