alexametrics

Medan Pencarian Bangkai Pesawat Lion Air Diguyur Hujan

30 Oktober 2018, 08:51:44 WIB

JawaPos.com – Pencarian badan pesawat Lion Air JT 610 yang diduga jatuh di Perairan Karawang, Laut Jawa, Jawa Barat, masih terus dilakukan. Selasa (30/10) pagi, hujan turun mengguyur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Rigel-933 yang terus menyusuri area yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat rute Jakarta-Pangkal Pinang tersebut.

Hujan sempat turun pada pukul 05.00 WIB pagi tadi di area tersebut. Awan abu-abu masih berada di atas area pencarian pada pukul 07.00 WIB.

Sekalipun demikian, tim personel dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) tetap bersemangat untuk mencari bangkai pesawat yang jatuh di perairan Laut Jawa dengan kedalaman sekitar 30-40 meter.

Medan Pencarian Bangkai Pesawat Lion Air Diguyur Hujan
infografis jatuhnya pesawat Lion Air (Kokoh Praba)

Dari atas KRI Rigel-933, terlihat pula KRI Banda Aceh-593 yang direncanakan menjadi posko terapung di sekitar jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. Terlihat pula beberapa kapal sea rider sedang mengitari perairan, untuk mencari serpihan dan korban yang diduga mengambang di sekitar wilayah yang jatuhnya pesawat rute Jakarta-Pangkal Pinang itu.

KRI Rigel-933 mulai beroperasi sejak Senin (29/10) sore. Kapal ini memiliki kemampuan untuk mendeteksi keberadaan benda yang berada di dalam air.

Hingga pagi ini, KRI Rigel-933 masih terus mengitari area pencarian pesawat Lion Air JT 610 di titik koordinat 5° 46.15000′ S – 107° 7.16000′ E.

KRI Rigel-933 melakukan deteksi kedalaman secara menyeluruh di posisi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. Kapal ini menggunakan sensor multibeam echosounder EM2040 dan side scan sonar untuk mencitarkan badan pesawat yang ada di bawah laut.

Selain itu, teknologi lain yang digunakan adalah high precision acoustic positioning (HIPAP) dengan frekuensi A dan B.

“Frekuensi itu seperti yang ada di black box, sehingga dengan alat HIPAP ini akan menangkap sinyal frekuensi yang dipancarkan oleh black box tersebut,” ujar Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Kapushidrosal TNI AL) Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro saat dikonfirmasi, Senin (29/10).

Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) fokus mencari keberadaan kotak hitam milik pesawat Lion Air JT610 rute Jakarta-Pangkal Pinang.

Ketua KNTK Soerjanto mengatakan, mesin pencari kotak hitam sudah diberangkatkan ke Muara Baru untuk memulai pencarian.

“Kita harapkan black box bisa ditemukan segera sebab pesawat itu juga masih baru. Kita ingin membuka black box sesegera mungkin agar kita tahu apa penyebabnya,” kata Soerjanto di kantor Pusat Basarnas, Senin (29/10) pagi.

Ia mengatakan, kotak hitam pesawat terbang saat ini sudah disertai dengan perangkat underwater locator beacon (ULB). ULB berfungsi untuk memberikan sinyal guna memudahkan pencarian oleh KNKT.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : (rdw/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Medan Pencarian Bangkai Pesawat Lion Air Diguyur Hujan