alexametrics

Kepala Syahbandar Pangkalpinang Jadi Korban Pesawat Nahas Lion Air

30 Oktober 2018, 16:55:17 WIB

JawaPos.com – Kenyataan pahit harus diterima Dwi Ratna. Dia kehilangan ayahnya, Kapten Muas Effendi Nasution, Kepala Syahbandar Pangkalpinang yang menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Karawang.

Mengaku tak mendapat firasat apapun, namun Dwi mengatakan ayahnya tak menghubungi dirinya saat terbang ke Jakarta seperti biasa. Anehnya lagi, dia baru sadar memakai baju berwarna hitam selama tiga hari berturut-turut mulai Jumat, (26/10) kemarin.

“Mulai Jumat hingga Senin kejadian, saya memakai baju berwarna hitam. Tapi tidak ada firasat kalau ada kejadian ini,” tutur Dwi di RS Polri, Jakarta, Selasa (30/10).

Kepala Syahbandar Pangkalpinang Jadi Korban Pesawat Nahas Lion Air
Infografis pesawat Lion Air jatuh (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Dwi mengaku semula dia tidak mengetahui ayahnya menjadi korban pesawat nahas itu. Dia baru tahu setelah dikabari karyawan Syahbandar Pangkalpinang. “Saya nanya ayah berangkat pesawat apa dan kapan. Setelah difotokan tiket pesawat, ternyata naik pesawat ini,” bebernya.

Seakan disambar petir mendapat kabar tersebut, Dwi tetap memastikan dengan menghubungi call center Lion Air dan menanyakan manifest penumpang. Dari keterangan yang didapat, benar saja ayahnya menumpang pesawat itu.

Dwi lantas berangkat dari Purwakarta ke Jakarta malam kemarin. Dia juga menyambangi RS Polri dengan menyampaikan data antemortem dan melakukan tes DNA guna kelengkapan identifikasi. “Saya ngumpulin DNA. Lalu data fisik ayah seperti apa yang dipakai, ada tahi lalat di sebelah kanan pipi, dan rambutnya botak,” jelasnya.

Adapun ayahnya ke Jakarta ternyata hanya untuk transit. Semula, pada Minggu (28/10), Kapten Muas mengadakan reuni dengan rekan-rekannya di Medan.

“Karena tidak ada penerbangan Medan-Pangkalpinang. Jadi malam sampai Jakarta menginap di Bandara dan paginya dari Jakarta ke Pangkalpinang,” kata Dwi.

Dia mengaku terpukul dengan adanya kejadian ini. Sebab terakhir kali ketemu dengan ayahnya yakni pada dua pekan lalu. Akan tetapi Dwi tetap berharap datangnya keajaiban bahwa ayahnya segera bisa ditemukan. “Saya berharap dapat ditemukan dalam keadaan apapun agar dapat kepastian,” tukasnya.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : (dna/JPC)

Copy Editor :

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Kepala Syahbandar Pangkalpinang Jadi Korban Pesawat Nahas Lion Air