alexametrics

2 Opsi KNKT untuk Temukan Kotak Hitam Lion Air di Perairan Karawang

30 Oktober 2018, 19:43:23 WIB

JawaPos.com – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah mencari keberadaan kotak hitam atau blackbox pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh Senin pagi (29/10) di Tanjung Pakis, Karawang. Setidaknya, ada tiga cara untuk menemukan kotak hitam yang menjadi kunci untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat rute Jakarta-Pangkal Pinang itu.

Investigator Kecelakaan Penerbangan KNKT Ony Soerjo Wibowo menjelaskan, pertama-tama pihaknya telah merapat di Kapal Baruna Jaya I sejak Senin (29/10) malam, milik BPPT untuk bergerak ke lokasi. Pada 06.00 WIB KNKT bersama Basarnas, Sar Mission Coordinator (SMC) Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP), TNI dan Pertamina mulai melakukan proses pencarian main wreckage.

Kemudian pada 09.30 WIB, KNKT dan BPPT telah menurunkan Rigid Inflatable Boat (RIB) dengan membawa peralatan multi beam sonar dan ping locator untuk menyisir lokasi yang diperkirakan merupakan titik impact. Sampai saat ini, tim KNKT masih berada di lokasi. “Jadi dua alat bekerja paralel,” jelasnya.

2 Opsi KNKT untuk Temukan Kotak Hitam Lion Air di Perairan Karawang
Ilustrasi pesawat Lion Air yang jatuh di Tanjung Pakis, Karawang (KOKOH PRABA WARDANI)

Kedua, opsi lain yang dilakukan untuk terus mencari kotak hitam jika tak kunjung ditemukan adalah memakai hydrophone. Gunanya untuk mendengarkn suara di air serta mendengarkan under water-located beacon. Alat inilah yang dicari dan menempel pada kotak hitam. Akan tetapi, alat ini dimiliki oleh Singapura.

“Kita sudah mendapatkan respons dari Singapura, Argentina, Amerika, Malaysia juga ada dari Arab Saudi. Respons sangat cepat dan langsung kita tanggapi. Alat langsung kita manfaatkan, nama alatnya adalah hydrophone,” terangnya.

Nantinya, hydrophone akan mencari suara yang paling keras yang berasal dari kotak hitam. “Jadi kalau ini kedengeran, kita dapatkan suara yang paling keras maka kita berharap disitulah blackbox-nya berada,” jelasnya.

Apabila kotak hitamnya ditemukan maka pihaknya berharap seluruh badan pesawat berada di sekitar situ. Sehingga ketika kotak hitam sudah diangkat, maka tim penyelam basarnas bisa mengambil penumpang.

Namun apa yang akan terjadi jika kotak hitam tak dapat ditemukan?

Investigator Kecelakaan Penerbangan KNKT Ony Soerjo Wibowo menerangkan serpihan pesawat bisa dijadikan data utama apabila kotak hitam tidak kunjung ditemukan. Hal ini juga yang dilakukan oleh negara lain ketika tak dapat menemukan kotak hitam pesawat.

“Jadi gini, data yang otentik ada di Cockpit Voice Recorder (CVR) -bagian dari blackbox- kalau tidak ketemu maka itu yang akan jadi data utama. Oleh sebab itu tadi Pak Waka bilang bahwa kita mengumpulkan seluruh serpihan di suatu tempat untuk diperiksa satu-satu. Seperti Prancis, Aussie, Inggris, kayak Amsterdam yang MH17 disusun ulang,” kata Ony di KNKT Jakarta, Selasa (30/10).

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : (uji/JPC)

Copy Editor :

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
2 Opsi KNKT untuk Temukan Kotak Hitam Lion Air di Perairan Karawang