alexametrics

Belum Bisa Masuk Wamena, Tim Baznas Layani Pengungsi di Jayapura

30 September 2019, 18:05:23 WIB

JawaPos.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menjalankan misi kemanusiaan bagi para pengungsi korban kerusuhan di Wamena, Papua. Hanya saja, hingga Minggu (29/9), tim Baznas belum bisa masuk ke Wamena. Meski begitu, tim sudah melayani pengungsi di empat titik pengungsian di Jayapura.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat Baznas Irfan Syauqi Beik menuturkan, merespons kondisi di Wamena, mereka membentuk Crisis Center Baznas untuk Papua. “Mandat kami berfokus pada pelayanan sosial kemanusiaan. Kami tidak memasuki aspek lain,” katanya di kantor Baznas, Senin (30/9).

Pelaksana Harian Crisis Center Baznas untuk Papua, Ahmad Fikri menuturkan hingga Minggu (29/9) tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) belum bisa menjangkau Wamena. Mereka masih terbatas melalukan pelayanan sosial kepada pengungsi di Jayapura.

“Kami berkoordinasi dengan TNI supaya bisa masuk ke Wamena,” katanya. Dia menjelaskan akses masuk ke Wamena yang paling mudah adalah melalui jalur udara. Tetapi saat ini pesawat yang keluar Wamena khusus mengangkut warga yang eksodus atau mengungsi. Sebaliknya pesawat yang masuk Wamena hanya untuk membawa perbekalan atau logistik bantuan.

Salah satu layanan Baznas kepada para pengungsi di Jayapura. Sampai saat ini Baznas sudah membuka layanan di empat titik pengungsian di Jayapura. Mereka belum bisa masuk ke Wamena (Dok Baznas)

Meski begitu, Fikri mengatakan tim berupaya mencari akses lain menuju Wamena. Di antaranya adalah melalui jalur darat dengan melewati daerah Tolikara. Dia menegaskan bahwa hingga Senin (30/9), tim Baznas membuka layanan di empat posko pengungsian di Jayapura.

Empat titik pengungsian yang dilayani Baznas itu di Lanud Silas Papare dengan jumlah pengungsi 101 orang. Kemudian di Rindam XVII Cenderawasih sebanyak 160 orang. Lalu di Batalyon 751 Raider sejumlah 196 orang. Dan titik pengungsian keempat adalah Masjid Al Aqsha sebanyak 50 orang.

“Sementara laporan tim ada 25 titik pengungsian lain dengan jumlah pengungsi 7.146 orang,” katanya. Namun ke-25 titik itu belum bisa dikonfirmasi. Sebab belum ada petugas dari Baznas yang sampai di lokasi tersebut. Dia menegaskan yang sudah terkonfirmasi dan menerima layanan Baznas sebanyak empat titik pengungsian.

Salah satu pelayanan dari Baznas adalah psikososial. Khususnya bagi anak-anak. Tujuannya untuk mengurangi rasa trauma. Fikri menjelaskan mereka harus bisa segera tenang. Untuk kembali ke pemukiman, harus menunggu jaminan keamanan dari aparat kepolisian atau TNI.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Hilmi Setiawan



Close Ads