alexametrics

Lebaran Diprediksi Serempak 5 Juni

30 Mei 2019, 10:35:03 WIB

JawaPos.com – Kementerian Agama (Kemenag) menjadwalkan sidang isbat penetapan 1 Syawal atau Idul Fitri pada Senin, 3 Juni. Meski belum ada keputusan, hampir pasti Lebaran tahun ini berbarengan. Yakni, jatuh pada 5 Juni.

Keterangan prediksi Lebaran bersamaan atau serempak itu diungkapkan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin. ”Insya Allah, Idul Fitri 1440 Hijriah jatuh pada 5 Juni,” katanya kemarin (29/5).

Dia menuturkan, saat dilakukan rukyat pada 3 Juni, hilal tidak tampak. Sebab, posisi hilal masih minus atau di bawah ufuk. Dengan demikian, jumlah hari pada bulan puasa tahun ini digenapkan atau istikmal menjadi 30 hari dan Idul Fitri jatuh pada Rabu, 5 Juni.

Dia menambahkan, kepastiannya tetap menunggu hasil sidang isbat Kemenag. Sebab, sidang isbat tersebut akan menggabungkan hasil rukyat atau pengamatan dengan hasil hisab.

Sebagaimana diketahui, Muhammadiyah sudah mengumumkan hasil hisabnya. Bahwa pada 3 Juli ketinggian hilal masih minus alias hilal belum wujud.

Dirjen Bimas Islam Kemenag Muhammadiyah Amin menuturkan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan memimpin sidang isbat penetapan 1 Syawal. Seperti biasanya, sidang isbat dihadiri sejumlah duta besar negara sahabat; Mahkamah Agung; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG); Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan); dan instansi lainnya.

“Sidang isbat wujud kebersamaan Kemenag dengan ormas Islam dan instansi terkait dalam menetapkan awal bulan Qamariah,” katanya. Terutama Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Meski ada perkirakan 1 Syawal berbarengan, dia meminta masyarakat sebaiknya menunggu hasil sidang isbat Kemenag.

Rangkaian sidang isbat diawali dengan pemaparan posisi hilal secara terbuka. Inti sidang isbat dilaksanakan selepas magrib secara tertutup. Kemudian, Menag Lukman mengumumkan hasil sidang isbat kepada publik.

Dalam pelaksanaan sidang isbat, Kemenag akan menunggu hasil pengamatan hilal dari lapangan. Kemenag sudah menetapkan titik-titik pemantauan hilal. Lokasinya tersebar di 34 provinsi. Di Jawa Timur, misalnya, lokasinya berada di Tanjung Kodok, Lamongan; Bukit Gumuk Klasi Indah, Banyuwangi; dan Pantai Nyamplong Kobong, Jember.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (wan/c6/fal)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads