alexametrics
Tolak Label Teroris

TPNPB-OPM Akan Gugat Pemerintah Indonesia ke Pengadilan Internasional

30 April 2021, 10:44:18 WIB

JawaPos.com – Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD resmi memasukkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan Organisasi Papua Merdeka ke dalam grup teroris. Penyampaikan Mahfud MD ini banyak menuai pro kontra.

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdek (TPNPB-OPM) melalui Juru Bicaranya, Sebby Sembom dengan tegas menolak status teroris yang diberikan Pemerintah Indonesia kepada mereka.

Mereka tak ingin status itu melekat bahkan jika dipaksakan oleh Pemerintah Indonesia, maka mereka akan mengajukan gugatan ke dunia internasional.

“Jika pemerintah Indonesia secara konstitusi mengumukan TPNPB-OPM dan organisasi perjuangan kemerdekaan lain sebagai organisasi teroris, maka kami siap ajukan masalah ini ke hukum internasional untuk dilakukan uji materi,” kata Jubir TPNPB, Sebby Sembom kepada Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group), Kamis (29/4).

Sebby mengatakan, TPNPB sudah memiliki kuasa hukum, dan pihak kuasa hukum menyampaikan bahwa jika Pemerintah Indonesia berani memasukan TPNPB sebagai organisasi teroris, maka pihaknya sangat siap untuk membawa masalah ini ke pengadilan internasional. “Kami sangat siap jika dipaksakan,” tegasnya.

Ia sendiri menolak jika TPNPB dikategorikan kelompok teroris, meski yang biasa dilakukan kelompok ini adalah menembak lalu kabur. Sebby menyebut bahwa yang dilakukan itu bagian dari perang gerilya yang sudah dicatat dalam hukum perang international. “Jadi dunia tidak bisa menyalahkan taktik gerilya ini,” tambahnya.

Sebby Sembom justru mencatat jika Pemerintah Indonesia keliru dan terlihat panik, sehingga mau mengambil kebijakan yang tabrak tembok seperti ini.

“Ingat, kami TPNPB-OPM siap menggunakan mekanisme hukum PBB jika Indonesia menganggap kami TPNPB-OPM sebagai organisasi teroris dan kami siap menunggu di pintu hukum, sekalipun Indonesia munggunakan jalur hukum kriminal internasional,” ancamnya.

Ia melihat Indonesia salah kaprah dengan menempelkan definisi teroris. Mengingat teroris adalah agenda global dan kebijakan internasional tentang pemberantasan terorisme ini secara dimiliki semua negara. “Kami TPNPB-OPM akan siap mendeklasikan kampanye global bahwa Indonesia adalah negara teroris. Kami sudah punya ahli hukum yang akan membedah masalah kami,” pungkasnya.

Tanggapan juga datang dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI Perwakilan Papua yang memiliki dua pernyataan sikap menyikapi penyampaikan Mahfud MD tersebut.

Pertama, Komnas HAM secara kelembagaan nasional tidak menerima bahwa KKB yang ada di Papua dikategorikan sebagai kelompok teroris. Karena hal ini menunjukan negara kehabisan kebijaksanaan untuk penanganan warga negaranya yang melakukan pembangkangan.

Kedua, kelompok ini (KKB dan OPM-red) tidak memenuhi unsur global sebagai organisasi teroris yang oleh negara bisa mengumumkan dia sebagai organisasi teroris. Karena KKB dan OPM tidak berafiliasi dengan organisasi teroris global.

Editor : Kuswandi

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads