alexametrics

Pesawatnya Tumbang di Tanjung Karang, DPR Bakal Cecar Bos Lion Air

29 Oktober 2018, 16:53:48 WIB

JawaPos.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dipastikan bakal memanggil manajemen maskapai Lion Air untuk memberikan penjelasan terkait pesawatnya yang jatuh di tanjung Karawang pada Senin (29/10). Selain itu, mereka juga bakal memanggil Basarnas dan Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) untuk melakukan klarifikasi.

Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah saat diminta keterangan soal jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di Gedung DPR RI, Jakarta. Dalam kesempatan itu, Fahri menyerahkan waktu pemanggilan kepada komisi V DPR sebagai mitra Kemenhub.

“Tentu (pemanggilan) ini sudah rutin di komisi V. Saya minta ke pemerintah khususnya KNKT harus berikan penjelasan yang tuntas kenapa sering terjadi (kecelakaan) dengan Lion Air. Itu pasti ada penjelasan yang rasional,” ucap Fahri.

Lion Air Jatuh
Infografis Lion Air (Kokoh/JawaPos.com)

Menurut Fahri, penjelasan dari berbagai pihak terkait, tentunya dapat memberikan pengetahuan kepada publik terkait alasan pesawat bisa jatuh. Sebab menurut dia, seluruh maskapai penerbangan harus dapat memberikan keamanan kepada seluruh penumpangnya. “Ini harus segera diperbaiki,” pungkasnya.

Sebelumnya, pesawat Lion Air JT-610 dipastikan telah jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10). Pesawat tersebut semula dijadwalkan terbang dari bandara internasional Soekarno Hatta menuju Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsda TNI Muhammad Syaugi menjelaskan, pihaknya pertama kali mendapat informasi pesawat tersebut hilang kontak sekitar pukul 06.50 WIB. Kordinat hilangnya disekitar Tanjung Karawang.

“Lost contact ada di atas sini (Tanjung Karawang, Red). Ini jaraknya dari kantor Jakarta 34 NM (nautical mile, Red), dari Tanjung Priok 25 NM dan dari Karawang 11 NM,” ujar Syaugi di kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/10).

Saat hilang kontak, pesawat belum lama terbang setelah take off. Diperkirakan pesawat baru mencapai ketinggian 2.500 meter.

Setelah mendapat informasi pesawat hilang kontak, Basarnas langsung mengerahkan tim ke Tanjung Karawang, berbekal kordinat dari Air Traffic Control (ATC).

“Begitu kita sampai Tanjung Karawang ternyata kita temukan ada puing pesawat, pelampung, handphone, dan ada beberapa potongan benda lainnya,” sambung Syaugi.

Lebih jauh Syaugi mengatakan, saat ini tim SAR tengah melakukan penyelaman ke dasar laut. Pesawat diduga berada di kedalam 30 meter.

“Kedalaman laut di situ antara 30-35 meter. Kami masih berusaha menyelam ke sana untuk temukan pesawat tersebut,” pungkasnya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : (aim/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Pesawatnya Tumbang di Tanjung Karang, DPR Bakal Cecar Bos Lion Air