alexametrics
Pesawat Lion Air JT-610 Jatuh

Ketidakpastian Rayakan Natal, Jadi Firasat Keluarga Mangatur

29 Oktober 2018, 17:03:44 WIB

JawaPos.com – Peristiwa nahas jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 menyisakan pilu mendalam bagi keluarga korban. Pesawat  jenis Boeing 737 tersebut dipastikan jatuh di perairan laut lapangan minyak lepas pantai blok ONWJ milik Pertamina di laut utara Bekasi.

Kabar terakhir keselamatan ratusan penumpang dan awak pesawat pun belum diterima keluarga korban. Mereka semua dirundung cemas. Berharap sanak keluarga dan saudaranya masih diberi keselamatan oleh Tuhan.

Kecemasan tampak di raut wajah keluarga korban. Salah satunya terlihat di wajah Fitri Sagala, 57. Warga Tangerang itu tampak mondar-mandir di ruang Crisis Center Bandara Soekarno-Hatta, Senin (29/10). Dia tak henti menanyakan kabar kakak iparnya, Mangatur Sihombing, 50, kepada petugas bandara.

Ketidakpastian Rayakan Natal, Jadi Firasat Keluarga Mangatur
Infografis pesawat Lion Air jatuh (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Dia berharap keberangkatan kakak iparnya menuju tempat kerjanya di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung tersebut bukan yang terakhir. Fitri berharap, Mangatur selamat dari kecelakaan maut jatuhnya pesawat Lion Air JT-610.

“Kakak ipar saya, Mangatur Sihombing ada di sana (dalam pesawat). Dia sedang menuju tempat kerja di Angkasa Pura Pangkalpinang. Dia sedang dalam perjalanan kerja di Angkasa Pura,” ujarnya usai keluar dari Crisis Center Bandara Soetta, Senin (29/10).

Komunikasi terakhir yang dibicarakan dengan Mangatur adalah rencana merayakan Natal bersama keluarga. Fitria menyampaikan, saat acara Peneguhan Iman (lepas sidi) anak kedua Mangatur, keluarga berkumpul besar kumpul bersama.

Saat itu pula, keluarga menanyakan rencana merayakan Natal. Akan tetapi, Mangatur tidak menjawab rencana pasti rencana Natal bersama dengan keluarga.

“Waktu itu sempat ditanya soal rencana Natal. Ketika ditanya oleh saudara kemarin itu, kapan balik lagi (di Tangerang) dijawabnya belum tahu. Mungkin itu sudah feeling, (firasat)” ujarnya.

Dirinya bersama istri Mangatur masih mencari kabar kepastian keberadaan pesawat Lion Air yang ditumpangi kakak iparnya itu. Dia mengaku belum mendapatkan informasi resmi dari pihak Bandara soal keselamatan penumpang Lion JT-610.

Menurutnya, Mangatur adalah pribadi yang baik dan perhatian kepada istri dan keluarganya. Bahkan, kakak iparnya itu menjadi petuah di lingkungan keluarga. Dia mengaku tak bisa menyampaikan banyak hal, mengingat istri Mangatur masih dilanda duka.

“Belum ada informasi. Kami menunggu saja. Belum ada sama sekali informasi apa pun. Hanya nama-nama penumpang saja yang disampaikan petugas,” kata Fitri.

Fitri bersama istri Mangatur pun masih harus menunggu informasi dari pihak berwenang. Mereka bersama dengan keluarga korban lainnya tampak menunggu di ruang Crisis Center Bandara Soekarno-Hatta yang disiapkan oleh pihak bandara.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : (wiw/JPC)

Copy Editor :

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Ketidakpastian Rayakan Natal, Jadi Firasat Keluarga Mangatur