JawaPos Radar

Gempa Sulteng

IDI Kerahkan Tim Medis dari Darat, Laut dan Udara untuk Tangani Gempa

29/09/2018, 13:31 WIB | Editor: Kuswandi
Gempa Sulteng
Korban gempa bumi di Sulteng, sebelum divakuasi oleh petugas (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Gempa 7,4 SR disusul tsunami dengan gelombang mencapai 0,5-3 m dan kedalaman 10 km yang menimpa Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9), membuat Kota Palu dan Kabupaten Donggala lumpuh. Hingga detik ini belum dapat dipastikan berapa total korban jiwa yang meninggal, luka, selamat dan sebagainya.

Menanggapi adanya bencana itu, Sekjen Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Moh Adib Khumaidi menyebut, pihaknya bergerak cepat memberikan bantuan bagi para korban bencana tersebut.

"Hari ini, Tim Batalyon Kesehatan (yonkes) TNI bersama tim Aju (tim pendahuluan) dari Ikatan Dokter Indonesia cabang Makassar, Fakultas Kedokteran Universitas Hassanudin, dan tim Siaga Bencana Makassar akan segera melakukan Rapid Health Assesment (penilaian kesehatan cepat)," ungkapnya dalam keterangan tertulis yang didapat JawaPos.com, Sabtu (29/9).

Tujuan itu dilakukan guna bisa mendata kebutuhan medis serta dapat melakukan penanganan medis sesegera mungkin terhadap masyarakat Palu dan sekitarnya yang terdampak Tsunami.

"Keberangkatan tim Aju yang dipimpin oleh Prof Dr Idrus Patorosi, SpOT dan Dr M Sakti SpOT akan dilakukan via udara melalui Mamuju dan dilanjutkan via darat ke Palu dengan bantuan sarana transportasi dari TNI," imbuhnya.

Selain melalui udara, IDI juga telah menyiagakan tim dokter dari Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara dan sekitar wilayah Sulawesi Tenggara jalur darat.

Sementara itu, Adib menuturkan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Rumah Sakit Kapal Terapung Ksatria Airlangga yang dikomandani oleh dr Agus Hariyanto dan dr Christiyogo.

"Mereka sedang menempuh jalur laut dari wilayah Banda Naira menuju Donggala. RS Terapung Ksatria Airlangga juga menyiapkan fasilitas kamar operasi darurat serta membawa bantuan medis," pungkasnya.

Berdasarkan informasi melalui tim IDI dari Palu, dia mengatakan bukan hanya jalur komunikasi dan listrik yang terputus akibat dari bencana alam ini. Namun rumah sakit di Palu juga turut lumpuh total.

"Sehingga mengakibatkan para dokter dan tenaga medis kesulitan melakukan penanganan medis segera," tutupnya.

(ipp/JPC)

Alur Cerita Berita

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 29/09/2018, 13:31 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 29/09/2018, 13:31 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 29/09/2018, 13:31 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 29/09/2018, 13:31 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 29/09/2018, 13:31 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 29/09/2018, 13:31 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 29/09/2018, 13:31 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up