alexametrics

Perusuh di Deiyai Papua Teridentifikasi Kelompok dari Paniai

Kapolri Geram, Akan Menindak Tegas
29 Agustus 2019, 16:15:56 WIB

JawaPos.com – Polri mulai melakukan identifikasi dalang di balik kerusuhan di depan kantor Bupati Deiyai, Papua. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, kelompok massa perusuh itu berasal dari Kabupaten Paniai, yang jaraknya sekitar 35 kilometer dari Kabupaten Deiyai.

“Kami tahu, ini kelompok berasal dari Paniai. Pokoknya mereka bersembunyi di balik massa ini. Dan kemudian melakukan penyerangan,” kata Tito di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (29/8).

Tito menyampaikan, para perusuh ini akan ditindak secara tegas sesuai ketentuan hukum. Ia tidak ingin peristiwa ini terjadi kembali.

“Yang salah akan kami proses,” tegasnya.

Lebih lanjut Tito menuturkan, selain melukai petugas, kelompok dari Paniai ini juga merampas senjata milik aparat. Akibatnya, satu anggota TNI yang menjaga senjata tersebut meninggal dengan luka bacok.

“Dia sedang menjaga kendaraan, (ada) senjata yang disimpan di dalam kendaraan. Kemudian (ia) dilukai dan akhirnya dibacok dengan panah, gugur. Senjatanya dirampas,” imbuhnya.

Selain itu, massa juga melakukan penyerangan terhadap petugas yang berjaga mengamankan jalannya aksi demonstrasi untuk meminta Bupati Deiyai bersikap atas kejadian di Surabaya. Sebanyak tiga anggota polisi terkena panah di beberapa bagian tubuh.

Selain itu, salah satu kelompok penyerang juga ditemukan tewas di tempat unjuk rasa. Dia ditemukan dengan luka panah. Dan dipastikan bukan karena tindakan aparat keamanan.

“TNI/Polri tidak pernah gunakan panah, panah ini berasal dari belakang dari kelompok penyerang sendiri. Sehingga kami duga dia meninggal karena terkena panah dari penyerang sendiri,” pungkas Tito.

Sebelumnya, Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) Papua kembali berulah. Mereka melakukan penyerangan kepada aparat kemanan yang tengah menjaga unjuk rasa di Deiyai. Akibatnya, kontak senjata tak dapat dihindari.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, dalam peristiwa ini 1 Anggota TNI dipastikan meninggal. Sedangkan lima polisi mengalami luka panah.

“Satu TNI meninggal, ada tambahan lima anggota polri terluka panah. Penyerangnya diduga terindikasi kelompik KKB,” ujar Dedi di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Rabu (28/8).

Kejadian ini bermula saat 150 orang berunjuk rasa menuntut Bupati Deiyai menandatangani persetujuan referendum Papua. Aparat kemananan kemudian melakukan negosiasi dengan massa.

“Pada saat proses negosiasi itu sedang berlangsung, muncul kurang lebih sekitar ribuan masyarakat dari berbagai macam penjuru dengan membawa sajam dan panah, langsung melakukan penyerangan terhadap aparat keamanan,” imbuh Dedi.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Sabik Aji Taufan

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads