alexametrics

Pendemo Bakar Fasilitas Umum, Wiranto: Itu Dibangun dari Uang Rakyat!

29 Agustus 2019, 18:09:38 WIB

JawaPos.com – Seorang prajurit TNI meninggal dunia saat mengamankan unjuk rasa di Kabupaten Deiyai, Papua. Unjuk rasa ini dipicu adanya kesalahpahaman yang terjadi beberapa waktu lalu di asrama Papua di Surabaya, Jawa Timur.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto mengatakan, mengenai tuntutan hukum yang terjadi beberapa waktu lalu di Surabaya sudah ditangani. Pemerintah telah menegaskan, dugaan pelecehan terhadap mahasiswa Papua di Surabaya harus diproses hukum.

‎”Apakah aparat keamanan polisi TNI yang nyata-nyata memang melaksanakan suatu kegiatan di luar batas, itu akan diberi tindakan,” ujar Wiranto di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (29/8).

“Masyarakat yang waktu itu sudah jelas-jelas melakukan tindakan melanggar hukum, pelecehan, ya pengejekan, penghinaan, sudah akan dihukum, diusut secara tuntas,” katanya.

Sehingga bagi Wiranto, masalah ‎hukum tidak perlu dipermasalahkan lagi. Sebab, pemerintah dan petugas kepolisian melakukan pengusutan dan penidakan.

Kemudian, imbuh Wiranto, pemerintah juga mempersilakan masyarakat menyampaikan pendapat melalui unjuk rasa. Asalkan, tidak merusak fasilitas umum. Sebab, Wiranto takut unjuk rasa ditunggangi oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Jadi, jangan sampai ditunggangi. Jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain yang akan merugikan masyarakat. Jangan sampai kemudian justru dimanfaatkan oleh pendemo atau pendompleng pendemo untuk mencelakakan aparat keamanan. Diparang, dipanah, itu saya kira tidak manusiawi. Bukan pendemo itu,” tuturnya.

Bahkan Wiranto juga telah mendapatkan laporan ujuk rasa di Abepura dan di Jayapura sudah membakar gedung Majelis Rakyat Papua (MRP). Kemudian melakukan perusakan fasilitas umum lainnya.

‎”Sudah membakar gedung MRP, ya menjebol rumah tahanan, itu semua kan dari uang rakyat, dibangun dari uang rakyat. Pemerintah juga mendapatkan dana dari rakyat,” katanya.

‎”Jadi, kalau uang rakyat untuk membangun fasilitas seperti itu dirusak sendiri (oleh) rakyat, ini kan tidak benar,” imbuh Wiranto kesal.

Di sisi lain, kepada aparat keamaan baik dari TNI maupun Polri, Wiranto meminta agar tidak ada tindakan represif. Sebisa mungkin diutamakan pendekatan persuasif.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Gunawan Wibisono

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads