alexametrics

Bamsoet Desak Pemulihan Keamanan Papua Secepatnya

29 Agustus 2019, 14:04:22 WIB

JawaPos.com – Satu petugas TNI meninggal dunia serta lima polisi luka-luka saat mengamankan aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh di Kabupaten Deiyai, Papua. Hal ini menggambarkan kondisi keamanan Papua yang sudah tidak kondusif. Oleh sebab itu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendesak pemerintah untuk memulihkan kondisi keamanan Papua secepatnya.

Ketua DPR Bambang Soesatyo menyampaikan rasa keprihatinannya dengan meninggalnya prajurit TNI dalam mengamankan aksi unjuk rasa tersebut. Sehingga Bambang mendorong‎ untuk segara melakukan pemulihan keamanan di bumi cenderawasih tersebut.

‎”Kita mendesak untuk segera dilakukan pemulihan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” ujar pria yang akrab disapa Bamsoet ini di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (29/8).

Bamsoet juga mendorong Komisi I DPR untuk melakukan kajian tentang ada atau tidaknya gerakan-gerakan yang bisa dikategorikan sebagai gerapan separatis. Termasuk juga meminta penjelasan kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal, Hadi Tjahjanto.

“Kemudian merumuskannya dalam bentuk pengambilan langkah-langkah yang lebih konkrit, kita punya komando pasukan khusus untuk itu yang baru saja diresmikan kemarin, dan bisa kita segera operasikan ini,” katanya.

Selain itu, Bamsoet juga meminta dan mendorong untuk melakukan pembahasan masalah Papua ini. Jangan sampai terus-terusan ada korban jiwa akibat kerusuhan di Papua ini. “Semua harus dibicarakan terlebih dahulu dengan bidang yang terkait dengan pengamanan,” pungkasnya.

‎Sebelumnya, aksi unjuk rasa hingga berakhir ricuh terjadi di Kabupaten Deiyai, Papua. Demo menuntut referendum Papua itu menewaskan datu prajurit TNI dan melukai lima anggota kepolisian. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, demo berlangsung di Kantor Bupati Deiyai, Papua kemarin, Rabu (28/8). Awalnya, massa yang berdemo hanya berjumlah sekitar 150 orang.

Aparat TNI-Polri yang diterjunkan untuk mengamankan unjuk rasa mencoba bernegosiasi dengan demonstran. Saat itu, ribuan massa dari berbagai macam penjuru tiba-tiba datang dengan membawa senjata tajam dan panah. “Langsung menyerang aparat keamanan. 1 TNI (meninggal dunia), dan lima (anggota) Polri terluka terkena panah,” ujar Dedi.

Dedi menyebut, seluruh korban terkena panah saat mengamankan demo ricuh Papua. Saat ini, aparat keamanan tengah berupaya mengendalikan situasi yang memanas di wilayah tersebut.

“Kami terus mengimbau masyarakat melalui tokoh-tokoh masyarakat kemudian melalui Pemda setempat untuk tidak terprovokasi terhadap pasukan-pasukan, sekelompok orang yang akan memanfaatkan situasi seperti ini,” ujarnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads