alexametrics

Paskibraka Putri Pakai Celana Panjang, Begini Penjelasan Kemenpora

29 Juli 2019, 10:30:21 WIB

JawaPos.com – Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Asrorun Ni’am Sholeh meluruskan perihal penggunaan celana panjang oleh anggota Paskibraka Nasional 2019 putri yang disalahpahami dan disalahartikan oleh sebagian publik.

“Iya. Yang peserta putri dimungkinkan pakai celana panjang. Ini salah satu keputusan dalam rapat koordinasi pelaksanaan diklat paskibraka 12 Juli yang lalu, yang diikuti oleh pihak-pihak terkait. Bukan keputusan sepihak. Ini juga didasarkan pada Perpres yang baru,” ujar Asrorun kepada JawaPos.com, Senin (29/7).

Asrorun menambahkan, aturan penggunaan celana panjang bagi perempuan ini termaktub dalam Peraturan Presiden Nomor 71/2018 tentang Tata Pakaian pada Upacara Kenegaraan dan Acara Resmi. Pasal 4 Perpres ini mengatur penggunaan rok atau celana panjang bagi perempuan.

“Perpres ini diundangan 23 Agustus 2018. Jadi pada 2019 ini dilakukan penyesuaian dengan Perpres baru,” katanya.

Aturan yang memungkinkan penggunaan celana panjang bagi perempuan juga termaktub dalam Peraturan Kapolri Nomor 6/2018 tentang pakaian dinas. Sehingga ini memungkinkan memakai celana panjang bagi putri untuk pakaian dinas upacara.

“Juga Peraturan Menteri Pertahanan RI Nomor 9/2017 tentang Pakaian Seragam yang mengatur penggunaan rok atau celana panjang bagi seragam wanita,” ungkapnya.

Berdasarkan Perpres 71/2018, dan berkaca pada aturan pakaian seragam yang ada di TNI dan Polri, yang memungkinkan untuk diadaptasi adalah penggunaan celana panjang oleh anggota Paskibraka Nasional 2019, terutama yang berjilbab.

Penjelasan ini sekaligus menepis berbagai spekulasi dan rumor yang dikaitkan dengan sentimen kelompok yang dilakukan oleh beberapa orang yang belum paham, atau salah paham.

“Kebijakan ini semata untuk tertib pelaksanaan dan penyesuaian terhadap aturan, yang didahului oleh kajian dan serap aspirasi. Jadi tidak ujug-ujug. Apalagi dikaitkan dengan isu macam-macam. Kita bekerja siang malam membersamai peserta untuk tugas nagara,” tuturnya.

Terhadap tanggapan sebagaian netizen yang mencibir kebijakan itu, Asrorun memakluminya. Karena bisa jadi kurang memahami landasannya secara utuh.

“Dengan penjelasan ini idealnya bisa memahami. Ayo kita dukung persiapan diklat paskibraka agar dapat menjalankan tugas secara sempurna. Jangan ganggu dengan isu-isu yang kontraproduktif,” tuturnya.

Saat ini, 68 orang anggota paskibraka nasional 2019 sedang menjalani pendidikan dan pelatihan intensif di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPPON) Cibubur. Diklat ini dilaksanakan oleh Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi X DPR, Reni Marlinawati mengatakan ‎kebijakan perubahan seragam paskibraka oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga direspons beragam oleh publik. DPR berharap perubahan tersebut tidak dipersoalkan dan menjadi bahan polemik.

Reni Marlinawati mengatakan pihaknya mendukung kebijakan perubahan seragam Paskibaraka puteri oleh Kemenpora.

“Mengganti seragam rok dengan celana tentu telah melalui berbagai pertimbangan salah satunya terkait kenyamanan, mengapa mempersoalkannya?” katanya.

Reni yang juga mantan petugas pengibar bendera merah putih semasa SLTP ini mengatakan pada dasarnya tidak ada soal antara rok dan celana bagi petugas pengibar puteri.

“Namun, bagi petugas pengibar bendera puteri, celana tentu akan lebih memudahkan gerak,” tambah Reni.

Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menambahkan, saat ini baiknya publik mendukung penuh persiapan kepada para petugas yang akan mengibarkan bendera dalam upacara peringatan hari kemerdekaan pada 17 Agustus 2019 mendatang.

“Baiknya energi kita fokuskan untuk mendukung para petugas pengibar bendera daripada menyoal sesuatu yang tidak substantif,” pungkasnya.

Editor : Kuswandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads