alexametrics
Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi

PBNU: Pilpres Sudah ‘Legitimate’, Tak Perlu Diperdebatkan Lagi

29 Juni 2019, 07:00:26 WIB

JawaPos.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj memberikan selamat kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin yang telah sah sebagai presiden-wakil presiden terpilih hasil pilpres 2019. Hal ini setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Semoga Allah memberikan kekuatan lahir batin kepada Jokowi-Ma’ruf Amin dalam menjalankan segala amanat yang sangat berat dan sangat mulia membangun bangsa, negara untuk rakyat Indonesia,” ujar Said Aqil kepada wartawan, Jumat (28/6).

Said mengajak masyarakat untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia sudah dewasa dalam berdemokrasi. Sehingga berhasil menjalankan proses demokrasi dengan baik, jujur, serta bermartabat.

Ia pun mengingatkan semua pihak bahwa siapapun presiden-wakil presidennya, maka merekalah para pemimpin bangsa ini. Jokowi-Ma’ruf, imbuhnya, bukan hanya presiden dari kelompok tertentu.

Terpisah, Ketua PBNU Robin Emhas mengatakan, ‎dalam negara hukum demokratis, legitimasi dan legalitas pemilu diukur dua hal. Pertama, dukungan rakyat berdasarkan perolehan suara terbanyak pemilu. Kedua, daulat hukum yang dicerminkan oleh dipenuhinya ketentuan dan hukum yang berlaku.

Dua hal tersebut tercermin dalam asas pemilu yang selama ini populer dengan akronim luber dan jurdil (langsung, umum, bebas, dan rahasia, serta jujur dan adil) atau populer juga dengan istilah demokratis dan fairness.

KPU setelah melakukan penghitungan dan rekapitulasi perolehan suara paslon pilpres telah menetapkan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai peraih suara tertinggi melalui proses pemilu yang demokratis. Begitu juga, pemenuhan dari aspek daulat hukum bahwa pilpres berlangsung secara adil telah diuji di MK.

“Oleh karena itu, tidak lagi terdapat ruang untuk memperdebatkan pilpres beserta hasilnya setelah MK menjatuhkan putusan sengketa pilpres,” katanya.

Untuk itu, Robin mengajak semua pihak untuk menerima hasil pemilu. “Yang ditetapkan sebagai paslon terpilih mohon tetap rendah hati dan yang tidak terpilih berkenan lapang dada. Demikian juga dengan para pendukung dan simpatisan masing-masing,” ungkapnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Gunawan Wibisono


Close Ads