alexametrics

Kembali ke Kejagung, Yadyn: Sebenarnya Ingin Selesaikan Perkara di KPK

29 Januari 2020, 21:30:27 WIB

JawaPos.com – Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yadyn Palebangan menyesalkan dirinya tidak izinkan untuk menyelesaikan tunggakan perkara yang sedang ditanganinya di KPK. Padahal, saat ini Yadyn menyebut tengah menangani sejumlah perkara besar di KPK.

Sejumlah perkara yang masih ditangani Yadyn di antaranya kasus suap proyek perizinan Meikarta serta kasus suap dan gratifikasi yang menjerat Gubernur Kepulauan Riau nonaktif Nurdin Basirun.

“Saya meminta agar saya menyelesaikan perkara saya terlebih dahulu, karena aturan di internal KPK itu mereka yang ditarik diperbolehkan untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab terlebih dahulu. Tapi, saya tanggal 3 Februari harus lapor ke Kejagung,” kata Yadyn ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (29/1).

Yadyn menyampaikan, dirinya meminta waktu satu bulan untuk menyelesaikan tunggakan perkara yang masih berjalan di persidangan. Namun, hal tersebut tidak diindahkan.

Menurutnya, permintaan waktu itu sebagai bentuk tanggung jawab. Sebab kasus yang ditanganinya itu saat ini telah jalan di persidangan. “Itu wujud tugas dan tanggung jawab saya,” tegas Yadyn.

Yadyn menyebut, dirinya telah menerima surat keputusan (SK) penarikannya ke Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Selasa (28/1) kemarin. Namun, dia tidak mengetahui secara detail alasan penarikannya itu ke Kejagung.

Kendati demikian, Yadyn mengapresiasi langkah Jaksa Agung ST Burhanuddin dan pimpinan KPK yang telah memberikan kesempatan bertugas di KPK. Yadyn mengaku siap untuk ditugaskan di mana saja.

“Tanpa mereka, saya enggak dapat petuah bijak, mendapatkan pelajaran. Pelajaran yang berharga bagaimanapun guru terbaik itu pengalaman,” pungkasnya.

Sebagai informasi, terdapat dua jaksa yang ditarik ke Kejagung. Keduanya yakni Yadyn dan Sugeng. Yadyn merupakan tim analisis kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR. Kasus ini menyeret sejumlah kader PDIP dan seorang Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Sementara Sugeng adalah ketua tim pemeriksa dugaan pelanggaran etik Firli Bahuri saat menjabat Deputi Penindakan KPK. Pemeriksaan etik berkaitan dengan dugaan pertemuan Firli dengan mantan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi.

Saat pertemuan terjadi, KPK tengah menyelidik kasus dugaan korupsi divestasi saham PT Newmont. Belakangan, sebelum Firli menjabat sebagai ketua KPK, lembaga antirasuah menyimpulkan adanya dugaan pelanggaran berat yang dilakukan oleh Firli.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Muhammad Ridwan


Close Ads